Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Demi Dapatkan Air Bersih, Warga Gaza Rela Antre Berjam-jam di Bawah Terik Matahari

Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan bahwa saat ini warga mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Demi Dapatkan Air Bersih, Warga Gaza Rela Antre Berjam-jam di Bawah Terik Matahari
X/Twitter
Warga Gaza Rela Antre Berjam-jam di Bawah Terik Matahari untuk dapatkan air bersih 

TRIBUNNEWS.COM - Badan PBB untuk pengungsi Palestina (UNRWA) mengatakan bahwa saat ini warga mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih.

Oleh karena itu, warga Gaza harus mengantre ketika bantuan air datang.

Mereka rela mengantre bersama pengungsi lainnya selama berjam-jam untuk mengisi botol dan jerigen dengan air minum.

Tak hanya itu, mereka rela datang dari tempat yang jauh hanya untuk mendapatkan air bersih.

"Banyak dari mereka yang harus berjalan jauh sambil membawa beban berat di tengah teriknya musim panas," kata badan PBB itu dalam sebuah pernyataan, dikutip dari Anadolu Anjansi.

Tentunya ini pemandangan yang menyedihkan bagi warga Gaza.

Mereka terus melakukan aktivitas ini setiap pagi.

Rekomendasi Untuk Anda

"Rutinitas yang melelahkan ini terulang lagi dan lagi di Gaza," tambahnya.

Rata-rata Fasilitas Air di Gaza Rusak

Menurut data satelit BBC pada bulan Mei 2024, lebih dari separuh fasilitias air di Gaza telah rusak atau hancur sejak Israel melancarkan serangan di Gaza.

Dari 603 fasilitas air yang ditemukan analisis BBC, 53 persen mengalami rusak atau hancur sejak 7 Oktober 2023.

Sebanyak 43 fasilitas lainnya berada di area yang menunjukkan adanya kerusakan atau panel surya telah dilepas.

Dalam satu citra satelit Khan Younis di selatan Gaza, dua tangki penyimpanan air besar yang rusak dapat terlihat.

Baca juga: Pembantaian Tak Berujung Israel di Gaza dalam Seminggu Terakhir

Meski begitu, mereka memberikan penjelasan bahwa tidak semua kerusakan terlihat dari citra satelit.

Tidak semua fasulitas rusak, bisa jadi beberapa di antaranya sudah tidak beroperasi karena kekurangan bahan bakar.

Misalnya, pabrik desalinasi Unicef ​​di Deir al-Balah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas