Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mantan Anggota Parlemen Ukraina Ditembak Mati di Jalan Kota Lviv

Seorang mantan anggota parlemen nasionalis Ukraina, Iryna Farion tewas setelah ditembak di jalan di kota Lviv, Ukraina barat.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mantan Anggota Parlemen Ukraina Ditembak Mati di Jalan Kota Lviv
x
Seorang mantan anggota parlemen nasionalis Ukraina, Iryna Farion tewas setelah ditembak di jalan di kota Lviv, Ukraina barat. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang mantan anggota parlemen nasionalis Ukraina, Iryna Farion tewas setelah ditembak di jalan di Kota Lviv, Ukraina barat.

Pembunuhan profesor linguistik berusia 60 tahun terjadi pada hari Jumat (18/7/2024).

Kini sedang diselidiki oleh pihak berwenang.

Polisi mengatakan penembakan Farion diduga merupakan serangan yang ditargetkan.

Penyerangnya masih belum teridentifikasi.

Polisi mengatakan pemadaman listrik memengaruhi CCTV di area tersebut.

Kepala daerah Lviv, Maksym Kozytskyi mengatakan di Telegram, Farion meninggal di rumah sakit setelah penembakan.

Rekomendasi Untuk Anda

Menteri Dalam Negeri, Ihor Klymenko mengatakan ini bukan pembunuhan spontan dan polisi sedang mencari motifnya.

"Kami sudah punya beberapa versi. Yang utama, bisa saya katakan, adalah [yang terkait dengan] aktivitas sosial dan politik Farion serta ketidaksukaannya secara pribadi," katanya dalam pernyataan melalui layanan pesan Telegram.

"Kami tidak mengesampingkan kemungkinan pembunuhan itu direncanakan," imbuhnya.

Pada Sabtu (20/7/2024), Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky mengatakan operasi polisi besar sedang berlangsung.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-879: Rusia Gunakan Tiga Rudal Iskander untuk Serang Kharkiv Timur

"Semua versi sedang diselidiki, termasuk yang mengarah ke Rusia," katanya.

Partai politik nasionalis garis keras Svoboda (Kebebasan) yang menaungi Farion, menyalahkan Rusia secara langsung atas pembunuhan tersebut.

Sosok Iryna Farion menimbulkan kontroversi pada tahun 2023 dengan menyarankan bahwa "patriot sejati" Ukraina tidak boleh berbicara bahasa Rusia dalam keadaan apa pun, termasuk di garis depan, karena itu adalah bahasa negara agresor.

Ia menggambarkan bahasa Rusia sebagai "bahasa musuh, yang membunuh, mendiskriminasi, menghina, dan memperkosa saya".

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas