Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-882: Staf Zelensky dan Kamala Harris Bahas Situasi Perang Lewat Telepon

Berikut update perang Rusia vs Ukraina hari ke-882. Staf Presiden Ukraina, Zelensky dan Kamala Harris berbicara terkait situasi perang Ukraina.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Perang Rusia-Ukraina Hari ke-882: Staf Zelensky dan Kamala Harris Bahas Situasi Perang Lewat Telepon
X/Twitter
Sebuah kapal militer Rusia yang rusak di Pelabuhan Kavkaz usai terkena drone Ukraina pada Selasa (23/7/2024). 

"Saya sekali lagi menyoroti pentingnya dan urgensi mencabut larangan tembakan jarak jauh," kata Umerov dalam pembicaraan tersebut.

Sekretaris negara Vatikan, Kardinal Pietro Parolin diketahui telah mengunjungi 4 kota di Ukraina.

Dalam kunjungan tersebut, Zelensky mengaku dirinya dan Parolin membicarakan tentang perdamaian dan juga mengambankan pembebasan tawanan perang.

"Pembicaraan ini difokuskan pada apa yang dapat dilakukan tahun ini untuk membawa perdamaian yang adil bagi Ukraina," kata Zelensky.

  • Ukraina dan China perlu melakukan pembicaraan langsung

Menteri luar negeri Ukraina, Dmytro Kuleba meminta Ukraina dan China, sekutu Rusia perlu melakukan pembicaraan langsung terkait rencana penyelesaian konflik di Ukraina.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kuleba ketika berkunjung ke Beijing,

“Ke depannya akan ada pembicaraan yang mendalam, terperinci, dan substantif dengan mitra Tiongkok (saya), Wang Yi, tentang cara-cara menuju perdamaian yang adil,” kata Kuleba.

Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-881: Jurnalis Rusia-Amerika Dijatuhi Hukuman Penjara 6 Tahun

  • Pensiunan Spanyol dipenjara karena mengirim bom s anti-Ukraina

Rekomendasi Untuk Anda

Pengadilan Spanyol telah menjatuhkan hukuman 18 tahun penjara kepada seorang pensiunan.

Ia dipenjara atas kasus bom surat yang dikirim ke perdana menteri Spanyol, kedutaan besar AS dan Ukraina pada tahun 2022.

Pensiunan tersebur adalah Pompeyo Gonzalez Pascual.

Pascual divonis bersalah atas teror dan pembuatan bahan paeledak di pengadilan pidana tertinggi Spanyol, Audiencia Nacional.

(Tribunnews.com/Farrah Putri)

Artikel Lain Terkait Perang Rusia vs Ukraina

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas