Asal usul maskot Olimpiade Paris 2024 dan sejarah 200 tahun dibaliknya
Penutup kepala kuno yang disebut topi Frigia adalah lambang kemerdekaan Prancis sejak 200 tahun silam. Selain menjadi maskot Olimpiade…
Sejarawan dari Universitas Burgos di Spanyol, Sergio Sánchez Collantes, mengatakan di topi serupa juga bisa ditemukan di sejumlah daerah pada masa Kerajaaan Romawi.
Namun, namanya bukanlah topi Frigia melainkan topi pileus yang dipakai “petani miskin” dan budak yang dibebaskan pemilik mereka.
Dalam upacara khusus, hakim sipil alias magistrat secara seremonial akan menyentuh seorang budak dengan tongkat dan dia pun dinyatakan bebas.
Budak yang sudah dibebaskan kemudian mencukur rambut mereka dan menutupnya dengan topi kerucut ini sebagai penanda status sosial yang baru.
Contoh sejarah lainnya adalah tatkala para konspirator pembunuhan pemimpin Roma, Julius Caesar, memamerkan belati mereka yang berlumurkan darah di jalanan. Salah satu topi budak yang dibebaskan diletakkan di ujung tombak dalam parade ini.
Orang-orang ini dikenal sebagai Liberatores – para pembebas.
Kebingungan Sejarah
Topi kerucut ini mengalami kebangkitan pada masa modern berawal dari perjuangan Belanda untuk merdeka dari Spanyol pada abad ke-17, menurut sejarawan J David Harder dalam bukunya Liberty Caps and Liberty Trees.
Belanda mengadaptasi topi kuno ini untuk pejuang revolusi Amerika antara 1765-1783. Topi-topi Frigia juga menjadi topik pembahasan dan dikenakan menjelang Perang Sipil AS pada 1861-1865 di mana banyak budak dibebaskan.
Sampai sekarang, topi tersebut muncul di bendera resmi angkatan darat AS serta lambang Senat AS.
Hikayat topi Frigia hijrah ke Prancis
Lantas bagaimana ceritanya topi Frigia bisa sampai ke Prancis?
Menurut Kementerian Luar Negeri Prancis, para pelaut dan petani Mediterania mengenakan topi yang amat mirip dengan topi Frigia pada abad pertengahan.
Namun, menjelang akhir abad ke-18, para pemimpin Revolusi Prancis memasukkan topi ini ke dalam lambang mereka. Penutup kepala ini pun menjadi lebih dari sekadar spanduk yang mewakili kebebasan.
“Makna dari topi-topi tersebut berevolusi seiring berjalannya waktu,” tutor Sánchez Collantes.
“Pada satu titik dalam revolusi, topi Frigia melambangkan semangat republikanisme [anti-Monari]," imbuh sejarawan Spanyol itu.