Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Mimpi Terbang dengan Pesawat Bertenaga Listrik Ramah Emisi

Pakar dirgantara menilai, terbang dengan pesawat murni tenaga listrik itu "seksi". Sudahkah kita siap untuk dibawa terbang tinggi…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mimpi Terbang dengan Pesawat Bertenaga Listrik Ramah Emisi
Deutsche Welle
Mimpi Terbang dengan Pesawat Bertenaga Listrik Ramah Emisi 

Sebagai pesawat, body Alice terlihat sangat menarik. Namun estetika desain ini juga berfungsi mengoptimalkan karakteristik penerbangannya.

Pastinya, faktor penting dari pesawat macam ini adalah baterainya. Jika dikembangkan lebih lanjut, pesawat ini akan punya jangkauan lebih luas, buatan lebih banyak dan penggunaan yang lebih luas lagi.

"Penerbangan listrik murni sangat seksi karena memiliki efisiensi listrik yang sangat tinggi yaitu 90 persen jika Anda mengisi baterainya dengan listrik dari energi angin," begitu kata Björn Nagel, Kepala Institut Arsitektur Sistem di German Aerospace Center (DLR) di Hamburg.

Pesawat listrik memang pada awalnya hanya digunakan di pasar yang sangat terbatas, tapi pesawat jenis ini tetap diminati. Dan untuk saat ini, Alice hanya perlu di-charge selama 30 menit dan itu cukup untuk satu kali penerbangan.

Yang pesimistis masih banyak

Seperti banyak hal lain di dunia yang fana ini, tidak semua orang punya pandangan positif atas satu hal. Yang pesimistis dengan penerbangan murni bertenaga baterai juga banyak.

Apa iya semua ini bisa membantu Uni Eropa mencapai tujuan industri yang ambisius supaya bisa membangun penerbangan ramah iklim dan berkelanjutan pada tahun 2035?

"Saya skeptis terhadap apa pun yang dapat terbang dengan baterai elektrik karena masalah jangkauan," kata Lars Enghardt, Kepala Institut DLR untuk mesin Penerbangan Kendaraan Listrik di Cottbus.

Rekomendasi Untuk Anda

"Baterai tersebut sebenarnya hanya dapat melayani segmen tertentu," kata dia. Lagi pula, dia yakin kalau dalam waktu dekat, kita belum akan mengalami, atau melihat adanya baterai dengan peningkatan kepadatan energi yang signifikan.

Sepertinya, memang baru akan ada sedikit sekali penerapan pesawat komersial yang murni digerakkan dengan tenaga listrik. Untuk sementara, konsep hibrida-listrik sementara ini yang akan berlaku untuk rute yang lebih panjang dan pesawat yang lebih besar. (ae/rs)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas