Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Israel Tolak Berkomentar Soal Kematian Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh

Militer Israel telah menolak berkomentar soal kematian pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran, Iran.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
zoom-in Israel Tolak Berkomentar Soal Kematian Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh
Arab News
Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh menyebut pihaknya hampir mencapai kesepakatan gencatan senjata dengan Israel. 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh tewas dalam serangan di Ibu Kota Iran, Teheran, Rabu (31/7/2024).

Namun, belum diketahui apakah serangan yang menewaskan Ismail Haniyeh tersebut merupakan perbuatan Israel atau bukan.

Saat CNN memintai komentar terkait kematian Ismail Haniyeh, militer Israel menolak berkomentar.

Militer Israel mengatakan mereka "tidak menanggapi laporan di media asing", setelah media pemerintah Iran melaporkan bahwa pemimpin politik Hamas Ismail Haniyeh terbunuh di Iran.

Dalam pernyataan terpisah, Hamas mengatakan Haniyeh terbunuh dalam apa yang disebutnya serangan Israel di kediamannya di Teheran.

Senada dengan Israel, Gedung Putih juga enggan untuk berkomentar soal kematian Ismail Haniyeh.

Meski begitu, Gedung Putih sudah mengetahui kabar kematian Ismail Haniyeh di Iran.

Rekomendasi Untuk Anda

Saat ini, Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) tengah menyelidiki apa penyebab kematian dari Ismail Haniyeh.

Nantinya, kata IRGC, hasil penyelidikan akan dimumkan langsung hari ini.

Dianggap Sebagai Wajah Hamas yang Lebih Moderat

Ismail Haniyeh dianggap sebagai wajah tegas diplomasi internasional kelompok Palestina itu saat perang berkecamuk di Gaza.

Baca juga: Kemunculan Terakhir Ismail Haniyeh sebelum Tewas Diserang Israel, Hadiri Pelantikan Presiden Iran

Namun terlepas dari retorikanya, ia dipandang oleh banyak diplomat sebagai seorang yang moderat dibandingkan dengan anggota garis keras kelompok yang didukung Iran di dalam Gaza.

Ditunjuk pada jabatan tertinggi Hamas pada tahun 2017, Haniyeh berpindah-pindah antara Turki dan Ibu Kota Qatar, Doha, menghindari pembatasan perjalanan di Jalur Gaza yang diblokade.

Dikutip dari Reuters, berpindah-pindahnya Haniyeh memungkinkannya untuk bertindak sebagai negosiator dalam pembicaraan gencatan senjata atau berbicara dengan sekutu Hamas, Iran.

"Semua perjanjian normalisasi yang Anda (negara Arab) tandatangani dengan (Israel) tidak akan mengakhiri konflik ini," kata Haniyeh saat berbicara di televisi Al Jazeera yang berbasis di Qatar tak lama setelah pejuang Hamas melancarkan serangan pada 7 Oktober.

Tanggapan Israel terhadap serangan itu adalah kampanye militer yang telah menewaskan lebih dari 35.000 orang di Gaza sejauh ini, menurut otoritas kesehatan di wilayah tersebut.

Anak-anak Haniyeh jadi Korban Kekejaman Israel

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas