Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menhan AS Lloyd Austin Yakin Perang Besar akan Pecah antara Hizbullah Vs Israel

Menteri Pertahanan AS, Lloyd Austin tidak percaya pertempuran antara Hizbullah dengan Israel dapat dihindari.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Whiesa Daniswara
Editor: Nuryanti
zoom-in Menhan AS Lloyd Austin Yakin Perang Besar akan Pecah antara Hizbullah Vs Israel
SIMON WOHLFAHRT / AFP
Menteri Pertahanan AS Lloyd Austin berbicara selama konferensi pers di markas NATO di Brussels, pada 11 Oktober 2023. 

"Malam ini, kami telah menunjukkan bahwa darah rakyat kami harus dibayar, dan tidak ada tempat yang tidak terjangkau bagi pasukan kami untuk tujuan ini," kata Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, dikutip dari Reuters.

Salah seorang sumber keamanan senior dari negara lain di kawasan tersebut mengatakan, Shukr tewas akibat luka yang dideritanya.

Militer Israel mengatakan Shukr adalah ajudan terpenting Sekretaris Jenderal Hizbullah Hassan Nasrallah.

Baca juga: Perdana Menteri Lebanon Marah setelah Israel Ngebom Beirut dan Targetkan Hizbullah

Tak hanya Shukr, serangan Israel ini juga telah menewaskan tiga warga sipil, termasuk dua anak-anak.

Televisi Al Manar Lebanon menyebutkan, sebanyak 74 orang mengalami luka-luka.

Rekaman Reuters menunjukkan sebuah gedung bertingkat di pinggiran selatan mengalami kerusakan di bagian sudut atas.

Puing-puing hangus berserakan di jalan-jalan di bawahnya, tempat orang banyak berkumpul untuk meneriakkan dukungan kepada pemimpin Hizbullah.

Rekomendasi Untuk Anda

Hizbullah berulang kali membantah telah terlibat dalam serangan di Dataran Tinggi Golan.

Insiden di Majdal Shams, Golan telah memicu upaya diplomatik tingkat tinggi dari Barat untuk mencegah eskalasi besar yang dapat mengobarkan amarah di Timur Tengah.

Koordinator Khusus PBB, Jeanine Hennis-Plasschaert menyerukan agar ketenangan tetap berlaku di tengah meningkatnya ketegangan dan meminta Israel dan Lebanon untuk mengeksplorasi semua jalan diplomatik untuk mengakhiri permusuhan.

"Tidak ada yang namanya solusi militer," kata Hennis-Plasschaert.

Baca juga: Timur Tengah Memanas! IDF Nekat Bombardir Beirut meski Dilarang AS, Komandan Hizbullah Tewas

Serangan hari Selasa di Beirut memicu kecaman luas oleh pejabat Lebanon dan sekutu regional Hizbullah termasuk Hamas di Gaza, Houthi di Yaman, Suriah, dan Iran, yang mendukung ketiga kelompok tersebut.

Setelah serangan di Beirut, militer Israel mengatakan tidak akan mengeluarkan instruksi baru untuk pertahanan sipil di daerahnya.

Hal ini mengindikasikan bahwa Israel tidak berencana untuk melakukan serangan lebih lanjut dalam waktu dekat.

Channel 12 Israel mengutip seorang pejabat mengatakan bahwa Israel tidak menginginkan perang habis-habisan.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas