Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Ismail Haniyeh Tewas, Netanyahu Sesumbar Siap Terima Skenario Serangan Apa pun ke Israel

Netanyahu sesumbar bahwa Israel bisa menghadapi segala skenario serangan apapun pasca tewasnya Haniyeh.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ismail Haniyeh Tewas, Netanyahu Sesumbar Siap Terima Skenario Serangan Apa pun ke Israel
JERUSALEM POST
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Netanyahu sesumbar bahwa Israel bisa menghadapi segala skenario serangan apapun pasca tewasnya Haniyeh. 

TRIBUNNEWS.COM - Perdana Menteri (PM), Israel Benjamin Netanyahu, akhirnya buka suara setelah tewasnya Kepala Biro Politik Hamas, Ismail Haniyeh di Teheran pada Rabu (31/7/2024).

Dikutip dari Reuters, Netanyahu, dalam pernyataannya, tidak menyinggung secara langsung terkait tewasnya Haniyeh.

Dia justru mengungkapkan bahwa Israel telah memberikan pukulan telah kepada proksi-proksi Iran seperti Hamas dan Hizbullah.

Selain itu, Netanyahu hanya mengomentari soal serangan Israel ke ibu kota Lebanon, Beirut, yang menewaskan komandan senior Hizbullah, Fuad Shukr.

Setelah serangan ke Beirut itu, Netanyahu sesumbar siap untuk menerima segala skenario serangan yang dilancarkan ke Israel oleh pihak manapun.

"Warga Israel, hari-hari yang penuh tantangan terbentang di depan. Sejak serangan di Beirut, ada ancaman yang datang dari segala penjuru."

"Kami siap menghadapi skenario apapun dan kami akan bersatu dan bertekad untuk melawan ancaman apapun. Israel akan menyerang balik terhadap tiap serangan kepada kami dari pihak mana pun," kata Netanyahu dalam pernyataannya di stasiun televisi.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelumnya, militer Israel mengumumkan pada hari Selasa (30/7/2024) bahwa pihaknya telah membunuh Fuad Shukr yang merupakan komandan senior Hizbullah yang dituding sebagai pelaku serangan ke lapangan sepak bola di Dataran Tinggi Golan.

Hizbullah pun mengonfirmasi kematian Shukr pada Rabu (31/7/2024) atau beberapa jam setelah Hamas mengumumkan kematian Haniyeh di Teheran.

Baca juga: Daftar dan Kronologi Para Pemimpin Perjuangan Palestina yang Dibunuh Israel, Tiga Dekade Pembunuhan

Kendati, serangan ke Teheran sudah diasumsikan dilakukan Israel, pemerintah Netanyahu tidak mengaku bertanggung jawab atas tewasnya Haniyeh.

Tewasnya Haniyeh Dinilai Bisa Picu Perang Israel vs Iran

Sementara, pakar hukum internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana, menuturkan tewasnya Haniyeh bisa memicu perang Israel vs Iran.

Lalu, secara lebih luas, hal itu memperburuk situasi di Timur Tengah.

"Tentu ini akan memperburuk situasi di Timur Tengah dan berpotensi memunculkan perang terbuka antara Israel dengan Iran," ujarnya dalam wawancara eksklusif di YouTube Tribunnews, Kamis (1/8/2024).

Hikmahanto membeberkan tiga alasan tewasnya Haniyeh dapat memicu konflik lebih buruk di Timur Tengah.

Pertama, dia mengatakan Hamas bakal menuding Israel sebagai pihak yang menyebabkan tewasnya Haniyeh.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas