Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

TPNPB-OPM mengkelaim segera bebaskan pilot Susi Air - Mengapa pembebasan Philip Mehrtens menghadapi kerumitan?

Juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom mengeklaim telah menyepakati pembebasan Pilot Susi Air, Phillip Mehrtens, yang disandera sayap…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in TPNPB-OPM mengkelaim segera bebaskan pilot Susi Air - Mengapa pembebasan Philip Mehrtens menghadapi kerumitan?
BBC Indonesia
TPNPB-OPM mengkelaim segera bebaskan pilot Susi Air - Mengapa pembebasan Philip Mehrtens menghadapi kerumitan? 

Upaya pembebasan Pilot Susi Air, Philip Mark Mehrtens yang disandera sejak 7 Februari 2023 silam memasuki babak baru.

Tentara Pebebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) mengatakan akan segera membebaskan pilot dalam dua bulan ke depan.

"Kami kasih waktu dua bulan saja. Bulan ini dan bulan depan. Kalau kami sudah punya uang, sudah siap, itu kami tinggal mengeluarkan pengumuman," kata juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom kepada BBC News Indonesia, Minggu (04/08).

Sejauh ini, ia mengeklaim sedang membuat rancangan proposal pembebasan pilot untuk diberikan kepada pimpinan sayap militer OPM di Nduga, Egianus Kogoya.

Sebby menyebut sejumlah poin dalam proposal tersebut di antaranya penjemputan Philip Mehrtens juga akan dilakukan oleh kelompok sipil.

"Kita minta siapa yang datang jemput, atau lewat belakang, lewat depan itu terserah kami," katanya.

Selain itu, ia juga meminta adanya "Open Corridor" - merujuk jalur aman untuk pembebasan pilot Susi Air.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kami hanya minta pemerintah Indonesia tarik militer dari Ndugama, supaya tim kami dan sipil ini masuk aman," kata Sebby.

Ia juga mengeklaim keputusan membebaskan pilot Philip Mehrtens merupakan upaya pimpinan tertinggi TPNPB-OPM dalam "melobi dan meyakinkan" Egianus.

"Kami bertanggung jawab memberitahukan anggota kami, menjelaskan untung-rugi pembebasan pilot, atau penyanderaan pilot. Kalau kami tahan lama-lama mati, nanti kami disalahkan oleh masyarakat internasional," kata Sebby.

BBC News Indonesia telah mengirim permintaan tanggapan kepada Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Theofranus Litaay, namun belum mendapat komentar.

Dilansir dari Tempo, Kepala Penerangan Kodam (Kapendam) Cendrawasih, Letnan Kolonel Candra Kurniawan mengaku belum mendengar kabar klaim rencana pembebasan pilot Susi Air dari TPNPB-OPM per Sabtu (04/08).

Namun, menurutnya, langkah pembebasan ini bisa menekan risiko terjadinya korban jiwa.

“Ini akan berdampak positif dalam meminimalisir korban jiwa, baik pilot, masyarakat dan kedua belah pihak,” kata Candra.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas