Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Usai Kaburnya Sheikh Hasina, Siapa Aktor Penting di Bangladesh?

Bangladesh masih diliput kekacauan setelah lengsernya Perdana Menteri Sheikh Hasina. DW mencermati siapa yang kemungkinan akan memainkan…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Usai Kaburnya Sheikh Hasina, Siapa Aktor Penting di Bangladesh?
Deutsche Welle
Usai Kaburnya Sheikh Hasina, Siapa Aktor Penting di Bangladesh? 

Bangladesh terjerumus ke dalam kekacauan politik, setelah pekan-pekan sarat kerusuhan yang memaksakan lengsernya Perdana Menteri Sheikh Hasina secara tiba-tiba pada hari Senin (6/8), dan melarikan diri ke negara tetangga India.

Sejak saat itu, berbagai upaya telah dilakukan untuk membentuk pemerintahan sementara hingga digelarnya pemilihan umum.

Menyusul tuntutan para pemimpin mahasiswa yang mempelopori pemberontakan anti-Hasina, presiden boneka Bangladesh, Mohammed Shahabuddin, telah menunjuk peraih Nobel Muhammad Yunus untuk memimpin pemerintahan sementara.

Namun, hanya ada sedikit informasi tentang pemerintahan transisi di Dhaka. Tidak jelas pula peran apa yang akan dimainkan militer dalam pemerintahan tersebut.

Namun, Yunus mengatakan bahwa dia ingin menyelenggarakan pemilu "dalam beberapa" bulan ke depan.

Siapa saja aktor yang berperan di balik kerusuhan di Bangladesh?

PM sementara Muhammad Yunus

Muhammad Yunus, 84 tahun, adalah seorang wirausahawan sosial, bankir, ekonom, dan tokoh masyarakat sipil.

Rekomendasi Untuk Anda

Dia dan Grameen Bank, yang didirikannya pada tahun 1980an, memelopori pinjaman mikro untuk membantu orang miskin, khususnya perempuan.

Yunus dan Grameen Bank bersama-sama menerima Penghargaan Nobel Perdamaian pada tahun 2006 sebagai pengakuan atas perjuangan mereka melawan kemiskinan.

Di bawah pemerintahan Hasina, Yunus menghadapi serangkaian penyelidikan, yang menurutnya merupakan bagian dari "kampanye kotor."

Namun, Yunus menikmati reputasi yang baik, khususnya di kalangan anak muda dan terpelajar. Dia secara aktif mendukung para mahasiswa sejak awal aksi protes.

Popularitas, penerimaan yang luas, dan pengakuan internasional disebut oleh kelompok mahasiswa sebagai dasar tuntutan agar Yunus diangkat menjadi perdana menteri sementara Bangladesh.

Michael Kugelman, direktur South Asia Institute di Woodrow Wilson Center yang berpusat di Washington, mengatakan pengangkatan Yunus merupakan "langkah yang cerdas."

"Yunus adalah tokoh yang diakui dan dihormati secara internasional, dan seorang profesional yang sangat sukses," ungkapnya.

"Namun, dia menjadi sasaran politik dalam beberapa tahun terakhir karena dia adalah kritikus tajam pemerintahan Sheikh Hasina dan target utama tindakan kerasnya terhadap perbedaan pendapat," kata Kugelman.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas