Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Menhan Israel Semprot Netanyahu, Tegaskan Ide 'Menang Total' Lawan Hamas Tak Masuk Akal

Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant bertengkar dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu perihal gagasan kemenangan total di Jalur Gaza.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Menhan Israel Semprot Netanyahu, Tegaskan Ide 'Menang Total' Lawan Hamas Tak Masuk Akal
Jim WATSON / AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mendengarkan pertemuan dengan Presiden AS Joe Biden di sela-sela Majelis Umum PBB ke-78 di New York City pada 20 September 2023. 

TRIBUNNEWS.COM – Menteri Pertahanan, Israel Yoav Gallant bertengkar dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu perihal gagasan kemenangan total di Jalur Gaza.

Netanyahu sudah berulang kali menegaskan, Israel punya tujuan besar di Gaza, yakni kemenangan total melawan Hamas.

Akan tetapi, Gallant memilih berseberangan jalan dengan perdana menteri sayap kanan itu.

Dikutip dari The Jerusalem Post, Gallant mengklaim ujaran Netanyahu tentang “kemenangan total” itu hanyalah omong kosong atau sesuatu yang tidak masuk akal.

Klaim disampaikan Gallant saat menghadiri rapat dengan Komite Pertahanan dan Urusan Luar Negeri DPR Israel di Tel Aviv, Senin (12/8/2024).

Salah satu anggota DPR Israel, Tally Gotliv, terkejut setelah mendengar pernyataan Gallant. Dia bahkan meminta Netanyahu memecat Gallant.

Pernyataan Gallant itu disampaikan saat dia mengeluarkan pendapatnya yang mendukung kesepakatan pembebasan sandera.

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut keterangan Kementerian Pertahanan Israel, Gallant berujar kepada para anggota komite, keberhasilan operasi militer baru-baru ini telah membuka jalan untuk kesepakatan sandera.

YERUSALEM - 20 JULI, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri), Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel Herzi Halevi (kanan), dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant (tidak terlihat) mengikuti serangan pesawat tempur Israel di Pelabuhan Hudaydah di Yaman, yang dikuasai oleh Houthi yang didukung Iran di pantai Laut Merah, dari pusat operasi di Yerusalem pada 20 Juli 2024.
YERUSALEM - 20 JULI, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu (kiri), Kepala Staf Umum Pasukan Pertahanan Israel Herzi Halevi (kanan), dan Menteri Pertahanan Israel Yoav Gallant (tidak terlihat) mengikuti serangan pesawat tempur Israel di Pelabuhan Hudaydah di Yaman, yang dikuasai oleh Houthi yang didukung Iran di pantai Laut Merah, dari pusat operasi di Yerusalem pada 20 Juli 2024. (Kantor Perdana Menteri Israel / ANADOLU/Anadolu via AFP)

Gallant kemudian dilaporkan berkata, Israel kini berada “di persimpangan jalan”.

Israel bisa memilih jalan pertama, yakni kesepakatan pembebasan sandera, gencatan senjata, dan mengurangi pertempuran di front utara.

Adapun jalan kedua yang juga bisa dipilih ialah terus menyerang Hamas, tetapi tidak bisa membebaskan sandera, dan kemudian perang besar melawan Hizbullah dan Iran.

Baca juga: Iran Pamerkan Drone Mohajer-10 yang Bisa Capai Israel, Tulis Pesan Ancaman: Siapkan Perlindunganmu

Gallant mengaku memilih jalan pertama. Sistem keamanan Israel juga memilih yang pertama.

Menurut Gallant, slogan “kemenangan total” yang disampaikan Netanyahu adalah hanyalah “tabuhan genderang perang”. Slogan itu tidak didukung oleh tindakan nyata.

Dengan pernyataan itu, dia turut menyindir dua menteri Israel bernama Bezalel Smotrich dan Itamar Ben-Gvir yang meminta adanya perang besar, termasuk serbuan ke Lebanon.

Netanyahu ingin pecat Gallant

Selepas kunjungan ke Amerika Serikat (AS) beberapa waktu lalu, Netanyahu dilaporkan ingin memecat Gallant.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas