Bagaimana Swedia Hidupkan Ekonomi Sambil Berhemat Emisi?
Ekonomi Swedia tumbuh pesat meski sejak 1990 memangkas 80 persen emisi gas rumah kaca. Bagaimana pemerintah di Stockholm mendorong…
"Anda memerlukan pemerintah dan sektor swasta untuk bekerja sama menyediakan infrastruktur ini," kata Åsa Persson, penasehat iklim pemerintah Swedia.
Meski biaya yang cukup tinggi, pemerintah bersikukuh mempertahankan sistem pemanasan terpusat.
"Mereka melihat manfaat dari memiliki solusi sistem yang lebih besar ini. Swedia sebagai negara dingin memiliki insentif nyata untuk memiliki semacam sistem pemanas yang hemat energi dan rasional untuk melayani penduduk," kata Persson.
Keunggulan lain pemanasan distrik adalah kemudahan untuk dapat mengganti bahan bakar yang digunakan.
Di masa lalu, Swedia bergantung pada bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara. Namun sejak tahun 1990-an, pemerintah mementingkan pengembangan energi terbarukan dan khususnya efisiensi energi serta berinvestasi dalam penggunaan energi, khususnya bahan bakar kayu.
Saat ini, 97 persen pemanas di Swedia berasal dari biofuel dan pembakaran limbah. "Swedia berhasil mengurangi emisi dari listrik dan pemanas hingga 70 persen dalam 30 tahun terakhir. Jadi itu juga menunjukkan bahwa perubahan besar dan berani itu mungkin," kata Persson.
Insentif bagi warga
Swedia telah memperkenalkan salah satu pajak karbon pertama di dunia sejak tahun 1990an, yang kini menjadi salah satu pajak karbon tertinggi di dunia. Pajak karbon membebankan biaya pemulihan kepada setiap individu untuk setiap emisi yang mereka hasilkan.
"Ada pesan yang jelas bagi kami: apakah kami melakukan sesuatu yang buruk bagi lingkungan dan kami harus membayar pajak, atau apakah kami melakukan sesuatu yang lebih baik dan kami tidak dikenai pajak," kata Goldmann.
Sebuah studi kasus empiris tahun 2019 menemukan bahwa pajak karbon Swedia berdampak signifikan terhadap emisi CO2. Pemberlakuan tarif membantu penurunan emisi dari transportasi sebesar rata-rata 6 persen dalam satu tahun.
Dan pajak tersebut mempercepat perubahan di sektor energi dan pemanas: Dengan memberi insentif kepada orang dan bisnis untuk berinvestasi dalam energi terbarukan alih-alih bahan bakar fosil.
Pada tahun 2017, tujuh dari delapan partai politik di parlemen telah menyetujui target iklim paling ketat di dunia, yakni mencapai nol emisi pada tahun 2045.
"Ini adalah target terdepan di dunia yang memberikan keyakinan kuat kepada dunia usaha dan warga negara bahwa hal ini akan terus terjadi dan bahwa saya dapat berinvestasi di dalamnya dengan mengetahui bahwa meskipun terjadi pergantian pemerintahan, hal ini akan tetap berlaku," kata Goldmann.
rzn/hp

Baca tanpa iklan