Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Self-harm hingga Ingin Bunuh Diri, Masalah Mental yang Sering Disepelekan

"Aku pernah merasa sangat menderita, dan merasa hidup sendirian. Seperti tidak ada gunanya hidup ini. Buat apa ya aku hidup?" tanya…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Self-harm hingga Ingin Bunuh Diri, Masalah Mental yang Sering Disepelekan
Deutsche Welle
Self-harm hingga Ingin Bunuh Diri, Masalah Mental yang Sering Disepelekan 

"Kita punya kecenderungan di Indonesia maupun banyak budaya Asia, kita tidak mau kelihatan lemah. Dan kita masih punya pola pikir kalau kita minta bantuan itu salah satu tindakan orang lemah," tambah Sandersan.

Padahal, konseling dan bantuan profesional, serta dukungan sosial dari keluarga dan komunitas adalah hal penting untuk mencegah terjadinya kasus menyakiti diri sendiri hingga bunuh diri.

"Sangat penting untuk kita punya self-awareness untuk mengetahui 'how am i doing?' Karena banyak orang stres, banyak orang burn out, mengalami anxiety tanpa menyadarinya, yang sadar orang di sekitarnya karena mereka 'kecipratan'," jelas Sandersan.

"Jangan malu untuk minta bantuan. Kita harus membiasakan diri, mengingat bahwa kita tidak bisa hidup sendirian. Kita butuh pertolongan, teman, komunitas. Jadi jangan takut minta bantuan profesional."

Apa yang harus dilakukan jika keluarga, teman atau kerabat mengalami gangguan mental?

Menurut dr. Tjoeng Steven, banyak pasiennya yang mengalami depresi karena masalah percintaan, perselingkuhan, pencapaian atau karier hingga masalah keluarga. Ketika mengalami depresi, mereka tidak mendapatkan tempat untuk 'bersandar', dan mencurahkan hati tanpa diberikan penghakiman apa pun.

"Jangan sampai kita memberikan judge atau saran-saran yang tidak memvalidasinya. Ada orang yang disuruh ibadah katanya 'kamu kurang iman'. Nasihat seperti itu justru membuatnya makin terbeban," ujar Steven.

Jika ada keluarga, teman, kerabat atau orang terdekat yang mengalami masahal mental, Steven menganjurkan untuk mendengarkan tanpa menghakimi sehingga bisa memahami sudut pandang yang mereka rasakan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kita dengarkan saja, pahami dia, mengakui kesulitannya. Mungkin bagi si pendengar masalahnya tidak seberapa, tapi itu masalah berat bagi yang mengalaminya," tambah Steven.

Jika ada tanda-tanda orang tersebut tidak bisa menangani masalah ini sendirian, berikan saran dan bila perlu menemaninya untuk meminta bantuan profesional.

(mel/ae)

Jangan ragu untuk menghubungi profesional jika mengalami gejala depresi.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas