Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

4.000 Bom Berpemandu Tiap Bulan Hantam Ukraina, Zelensky: 80 Persen Infrastruktur Energi Hancur

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui infrastuktur energi negerinya kini telah hancur-hancuran.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in 4.000 Bom Berpemandu Tiap Bulan Hantam Ukraina, Zelensky: 80 Persen Infrastruktur Energi Hancur
Kementerian Pertahanan Rusia
Pesawat Su-34 menjatuhkan bom FAB-3000 ke infrastruktur Ukraina 

 

TRIBUNNEWS.COM -- Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengakui infrastuktur energi negerinya kini telah hancur-hancuran.

Setidaknya kini hanya ada sebanyak 20 persen saja yang masih bisa diaktifkan.

Fasilitas-fasilitas energi tersebut hancur jadi puing-puing akibat masifnya serangan yang dilakukan oleh Angkatan Udara Rusia.

Baca juga: Rusia Tembak Jatuh Tiga Jet Tempur Ukraina, Dua Su-27 dan Satu MiG-29 Hancur Dirudal Moskow

Ia mengakui, setiap bulannya militer Moskow meluncurkan setidaknya 4.000 bom luncur berpemandu.

Bom dengan daya ledak tinggi ini menurut Zelensky menghancurkan bukan hanya infrastruktur energi saja, tetapi gedung-gedung sipil.

"Bom-bom berpemandu ini menghancurkan 80 persen infrastruktur energi kami," kata Zelensky dalam pidatonya,Minggu (15/9/2024) malam dikutip dari Ukrinform.

Rekomendasi Untuk Anda

Ia mengungkapkan bahwa bom luncur berpemandu yang beratnya bisa mencapai 3 ton tersebut dibawa oleh jet-jet tempur Su-34 dan Su-35 yang juga meluncurkan rudal berpresisi tinggi untuk menghancurkan Ukraina.

Zelensky menghiba kepada Amerika Serikat agar diberi izin untuk menghancurkan Rusia dengan rudal-rudal sumbangan mereka Barat.

Zelensky mengungkapkan bahwa negaranya telahlama menunggu izin tersebut yang juga belum diberikan.

"Sekarang Moskow telah mulai memindahkan jet-jetnya dari pangkalan-pangkalan yang berjarak 100 atau 150 kilometer ke 300-500 kilometer. Setelah itu, saya akan memberi tahu Anda bahwa sekarang kami membutuhkan lebih banyak izin," katanya.

Baca juga: Spesifikasi Jet MiG-29, Bakal Dikirim Polandia ke Ukraina, Berani Duel Lawan Sukhoi dan MiG-29 Rusia

Zelensky mengakui bahwa AS hingga saat ini tidak memberikan izin militernya menembak jauh ke dalam wilayah Rusia.

Koordinator Dewan Keamanan Nasional untuk Komunikasi Strategis AS, John Kirby mengatakan bahwa larangan menembakkan rudak jarak jauh AS ke Rusia belum berubah.

"Tidak ada perubahan pada pandangan kami tentang penyediaan kemampuan serangan jarak jauh bagi Ukraina untuk digunakan di dalam Rusia. Saya tidak mengharapkan pengumuman besar apa pun dalam hal itu," katanya.

Kirby mengatakan bahwa AS menganggap serius ancaman Putin, 'jika Ukraina meluncurkan rudal jarak jauh buatan Barat ke Rusia, ia akan menganggap Barat terlibat langsung dalam perang tersebut'.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas