Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Info Peretasan Bocor, Israel Curi 'Start' dan Langsung Ledakkan Pager Hizbullah secara Massal

Israel langsung meledakkan perangkat pager Hizbullah setelah 2 anggota Hizbullah curiga ada peretasan perangkat tersebut selama pengirimannya.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Info Peretasan Bocor, Israel Curi 'Start' dan Langsung Ledakkan Pager Hizbullah secara Massal
Kolase X
Serpihan handy talkie (HT) atau alat komunikasi pager yang meledak dan melukai puluhan anggota Hizbullah pada Selasa (17/9/2024). --- Dua anggota Hizbullah curiga ada peretasan pager yang diimpor beberapa bulan lalu, Israel diduga buru-buru meledakkan perangkat tersebut sebelum ketahuan. 

"Saya dapat memberitahu Anda bahwa Amerika Serikat tidak terlibat dalam masalah ini, dan tidak mengetahui kejadian ini sebelumnya, dan pada tahap ini kami sedang mengumpulkan informasi," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Matthew Miller, Selasa.

Namun, dia menolak mengomentari kecurigaan yang meluas bahwa Israel berada di balik peledakan tersebut.

Hizbullah bergabung dalam perlawanan sejak 8 Oktober 2023 dengan menyerang sasaran militer Israel di perbatasan Lebanon selatan dan Israel utara, wilayah Palestina yang diduduki.

Hizbullah bersumpah tidak akan menghentikan serangannya sampai Israel menghentikan agresinya di Jalur Gaza, mencabut pengepungan di Jalur Gaza, hingga menjamin masuknya bantuan kemanusiaan untuk warga Palestina.

Jumlah Korban di Jalur Gaza

Saat ini, Israel masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza, jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi lebih dari 41.252 jiwa dan 95.497 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Rabu (18/9/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, dikutip dari Palestinian News Networks.

Sebelumnya, Israel mulai membombardir Jalur Gaza setelah gerakan perlawanan Palestina, Hamas, meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa pada Sabtu (7/10/2023) untuk melawan pendudukan Israel dan kekerasan di Al-Aqsa sejak tahun 1948.

Israel mengeklaim, ada 101 sandera yang hidup atau tewas dan masih ditahan Hamas di Jalur Gaza, setelah pertukaran 105 sandera dengan 240 tahanan Palestina pada akhir November 2023.

Rekomendasi Untuk Anda

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Konflik Palestina vs Israel

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas