Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Timur Tengah Membara, Mesir dan Yordania Janji Bantu Lebanon Hadapi Serangan Israel

Mesir dan Yordania mengumumkan dukungan dan solidaritas penuh untuk Lebanon dalam menghadapi serangan Israel yang meluas.

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Timur Tengah Membara, Mesir dan Yordania Janji Bantu Lebanon Hadapi Serangan Israel
Arab News
Menlu Mesir Badr Abdelatty dan Menlu Yordania Ayman Safadi menyatakan dukungan dan solidaritas penuh untuk Lebanon dalam menghadapi serangan Israel yang meluas. 

Adapun peringatan keras Netanyahu datang ketika militer Israel mengerahkan lebih banyak pasukan ke Lebanon melalui Divisi Keempat.

Di sisi lain, baik kelompok Hamas di Gaza, maupun Hizbullah Lebanon, telah berjanji tidak akan mengendurkan perlawanan terhadap Israel.

Wakil pemimpin Hizbullah Naim Qassem bahkan menegaskan bahwa pasukannya  akan membuat warga Israel tidak dapat kembali ke utara.

Produksi Minyak Dunia Terancam

Di tengah panasnya konflik, para produsen minyak di negara-negara teluk Arab saat ini sedang dilanda kepanikan buntut ancaman Israel yang akan memperluas serangan, dengan menargetkan industri minyak Iran.

Gertakan itu dilontarkan sebagai balasan atas serangan rudal balistik yang diluncurkan Teheran.

Para investor khawatir apabila eskalasi perang regional benar-benar terjadi maka hal itu akan mengganggu pasokan minyak mentah di Timur Tengah. 

Ini lantaran Iran merupakan anggota Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC), yang memproduksi minyak utama di kawasan tersebut dengan total produksi sekitar 4,0 juta barel minyak mentah per hari. 

Rekomendasi Untuk Anda

Tak sampai di situ, konflik yang meningkat di Timur Tengah juga membuat Selat Hormuz jalur minyak terpenting di dunia kembali menjadi sorotan global.

Selat Hormuz yang dikenal sebagai jalur transit minyak yang vital merupakan jalur strategis yang menghubungkan produsen minyak mentah di Timur Tengah dengan pasar utama di seluruh dunia.

Baca juga: Hizbullah Sebut Israel Gunakan Pasukan PBB Sebagai Tameng Manusia di Lebanon Selatan

“Skenario terburuk bisa saja terjadi jika Israel menyerang Iran [dan] Iran mengambil tindakan untuk memperlambat atau berpotensi mencoba memblokir Selat Hormuz,” kata Alan Gelder, analis energi di Wood Mackenzie.

Alasan ini yang mendorong investor melakukan wait and see hingga harga minyak dunia meroket tajam.

Analis di konsultan Capital Economics memprediksi harga minyak dunia bisa melonjak mendekati 100 dolar AS per barel apabila eskalasi perang antara Iran dan Israel terus berlanjut.

Menjadi ancaman paling signifikan terhadap pasokan minyak sejak invasi Rusia ke Ukraina yang mengguncang pasar global.

(Tribunnews.com/ Namira Yunia)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas