Mohammad Sinwar Berpeluang Pimpin Hamas Gantikan Yahya Sinwar yang Dibunuh Israel
Diantara para kandidat, Mohammad Sinwar, saudara kandung Yahya Sinwar berpeluang mengisi posisi pemimpin politik Hamas.
Penulis:
Choirul Arifin
Penunjukan Sinwar pada bulan Agustus dipandang sebagai bentuk pembangkangan dan persatuan internal Hamas.
Kedekatannya dengan Iran dipandang sebagai faktor yang mendukung pencalonannya. Darwish dan Hayya juga dipandang dekat dengan Teheran, yang dukungannya sangat penting bagi pemulihan Hamas setelah perang.
Sementara itu, prospek mantan pemimpin terkemuka Hamas, Khaled Meshaal, dikaburkan oleh catatan perselisihannya dengan Teheran setelah ia mendukung pemberontakan yang dipimpin Muslim Sunni pada tahun 2011 melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad.
Attallah mengatakan hubungan Hayya dengan Iran memberinya manfaat yang lebih baik dibandingkan Meshaal. Namun jika Iran melunakkan penolakannya terhadap Meshaal, dia mungkin punya peluang, katanya.
Sumber: Reuters
Baca tanpa iklan