Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Warga Iran Lebih Senang Donald Trump Menang di Pilpres AS Ketimbang Kamala Harris

Kemenangan Wapres AS Kamala Harris di pemilu nanti akan melanjutkan status quo pada politik AS. Itu yang dikhawatirkan Iran.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Warga Iran Lebih Senang Donald Trump Menang di Pilpres AS Ketimbang Kamala Harris
Kolase Tribunnews/X/Twitter
Kamala Harris dan mDonald Trump dua calon presiden Amerika Serikat atau AS. 

 

TRIBUNNEWS.COM, IRAN -  Iran  hingga kini masih terus berkonfrontasi dengan Israel.

Amerika Serikat (AS) dan sekutunya selama ini mendukung Israel.

Di tengah konflik Iran Vs Israel, Selasa (5/11/2024) besok, rakyat AS akan memilih presiden mereka yang baru.

Presiden AS Joe Biden saat ini akan digantikan oleh penerusnya melalui pemilu.

Ada dua calon presiden yang akan bertarung di Pilpres AS yakni Donald Trump dan Kamala Harris.

Baca juga: 6 Hal yang Perlu Diketahui soal Pilpres AS: Cara Memilih dan Bedanya dengan Pilpres Indonesia

Iran Dukung Siapa?

Yang mengejutkan terungkap bahwa banyak warga Iran ingin dan lebih enjoy "senang" jika Donald Trump bisa kembali menjadi Presiden Amerika Serikat (AS).

Rekomendasi Untuk Anda

Laporan CNN dua pekan lalu, baik dari pembicaraan rahasia dan yang terekam, banyak warga Iran ingin Trump kembali jadi Presiden AS.

Mereka yang menginginkannya melihat Trump sebagai presiden kuat yang mampu membereskan masalah.

Namun, berdasarkan pandangan warga Iran tersebut, kemenangan Wapres AS Kamala Harris di pemilu nanti akan melanjutkan status quo pada politik AS.

“Di bawah tekanan besar akibat krisis ekonomi yang memburuk, banyak warga Iran menginginkan perubahan mendasar,” kata jurnalis politik Iran Fariba Pajooh dilansir dari Deutsche Welle, Senin (28/10/2024).

“Banyak dari mereka melihat Donald Trump sebagai seseorang yang dapat mengakhiri sistem politik Republik Islam di Iran,” ujarnya.

Menurut Pajooh, pernyataan Trump dianggap selektif tidak hanya di AS, tetapi juga di Iran.

“Banyak warga Iran percaya ia bisa menggulingkan rezim di Iran,” katanya.

“Namun, Trump berulang kali menekankan bahwa mencegah bom nuklir Iran adalah prioritas utamanya,” ucapnya.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas