Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Pemecatan Menteri Pertahanan Israel Menghilangkan Duri dalam Daging Pemerintahan Netanyahu

Gallant terus mengingat peristiwa 7 Oktober, ketika orang-orang bersenjata yang dipimpin Hamas  menyerang warga Israel.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Pemecatan Menteri Pertahanan Israel Menghilangkan Duri dalam Daging Pemerintahan Netanyahu
Kolase Tribunnews/X/Twitter
PM Israel Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Yoav Gallant 

TRIBUNNEWS.COM, YERUSALEM - Yoav Gallant tahu tidak lama lagi akan menjabat  Menteri Pertahanan Israel.

Apalagi setelah upaya pertama Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memecatnya tahun lalu gagal dalam menghadapi beberapa protes terbesar yang pernah terjadi di Israel.

Netanyahu mundur saat itu tetapi hubungan antara keduanya tidak pernah pulih.

Gallant dan Netanyahu terus bertengkar.

Sementara perang di Gaza telah memasuki tahun kedua.

Sering beredar rumor bahwa Gallant  akan keluar dari kabinet pemerintahan Netanyahu.

Tetapi ia menolak untuk mundur  dan tetap menjadi duri dalam daging Netanyahu.

Rekomendasi Untuk Anda

Apalagi ketika ia memperjuangkan kesepakatan penyanderaan di Gaza dan berselisih dengan partai-partai lain dalam koalisi mengenai wajib militer bagi anggota komunitas Yahudi ultra-Ortodoks.

Dalam pernyataan yang disiarkan di televisi setelah Gallant dipecat dari menteri pertahanan Israel pada hari Selasa (5/11/2024).

Dia  mengatakan Israel tengah berlayar di tengah kabut pertempuran dan "kegelapan moral".

Gallant menyerukan pemulangan para sandera Israel di Gaza, membuat rancangan undang-undang untuk kaum ultra-Ortodoks dan pembentukan komisi penyelidikan atas kegagalan 7 Oktober 2023.

 Ia mengakhiri pernyataannya dengan penghormatan militer.

Gallant terus mengingat peristiwa 7 Oktober, ketika orang-orang bersenjata yang dipimpin Hamas  menyerang warga Israel.

Ia mengatakan bahwa dirinya dan Netanyahu harus diselidiki dalam kasus itu.

Dan menyinggung kritik luas terhadap perdana menteri di Israel karena tidak menerima tanggung jawab atas salah satu bencana terbesar dalam sejarah negara itu.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas