Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Cara menumpas DBD: Nyamuk jantan dibuat tuli agar sulit berkembang biak

Para ilmuwan meyakini telah menemukan cara unik untuk melawan penyakit yang disebarkan nyamuk seperti demam berdarah dengue (DBD),…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Cara menumpas DBD: Nyamuk jantan dibuat tuli agar sulit berkembang biak
BBC Indonesia
Cara menumpas DBD: Nyamuk jantan dibuat tuli agar sulit berkembang biak 

Para ilmuwan meyakini telah menemukan cara unik untuk melawan penyakit yang disebarkan nyamuk seperti demam berdarah dengue (DBD), demam kuning, dan Zika. Caranya adalah membuat nyamuk-nyamuk jantan tuli sehingga mereka kesulitan untuk kawin dan berkembang biak.

Bagaimana konsep dasarnya?

Nyamuk jantan dan nyamuk betina berhubungan seks saat terbang di udara. Agar bisa kawin, nyamuk jantan mengandalkan pendengaran untuk mengejar nyamuk betina berdasarkan kepakan sayapnya.

Para peneliti kemudian melakukan percobaan dengan mengubah jalur genetik yang digunakan nyamuk jantan untuk mendengar suara kepakan sayap nyamuk betina. Hasilnya – nyamuk-nyamuk jantan yang menjadi bahan penelitian tidak melakukan kontak fisik dengan nyamuk betina, bahkan setelah tiga hari di kandang yang sama.

Ketidakmampuan nyamuk jantan untuk kawin akan mencegah nyamuk betina bertelur sehingga jumlah nyamuk secara keseluruhan bakal berkurang drastis.

Konsekuensinya, penyakit yang disebarkan nyamuk betina ke manusia juga akan berkurang.

Apa hasil penelitian?

Tim peneliti dari University of California, Irvine, mempelajari nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan virus DBD ke sekitar 400 juta orang per tahun.

Mereka mengamati dengan saksama kebiasaan serangga kawin di udara—yang dapat berlangsung antara beberapa detik hingga kurang dari satu menit.

Rekomendasi Untuk Anda

Mereka kemudian menemukan cara untuk mengganggu proses tersebut menggunakan genetika.

Tim peneliti sengaja menargetkan protein yang disebut trpVa yang penting untuk pendengaran nyamuk.

Nyamuk-nyamuk yang dilibatkan dalam penelitian lantas bermutasi.

Pada nyamuk-nyamuk tersebut, neuron yang biasanya dipakai mendeteksi suara tidak merespons terhadap nada terbang atau kepakan sayap calon pasangan.

Suara kepakan sayap nyamuk betina yang biasanya memikat itu tidak didengar nyamuk jantan.

Sebaliknya, nyamuk jantan yang tidak diapa-apakan oleh tim peneliti justru mampu membuahi hampir semua nyamuk betina di kandang.

Para peneliti dari University of California, Santa Barbara, yang telah menerbitkan penelitian mereka di jurnal PNAS, mengatakan efek penghapusan gen itu "mutlak" karena nyamuk jantan yang tuli sama sekali tidak mampu berkembang biak.

Apakah penelitian ini jaminan mutu?

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/2
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas