Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Liburan di Phuket, Pria Ukraina Jadi Korban Perampokan Aset Kripto Rp 3,656 Miliar

Seorang pria Ukraina menjadi korban pemerasan sekaligus perampokan aset kripto senilai Rp3,656 miliar saat tengah berlibur di Phuket, Thailand.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Choirul Arifin
dok. Bangkok Post
Tali dan selotip tertinggal di TKP kamar hotel tempat wisatawan Ukraina dan temannya disekap pria bersenjata dan dipaksa mentransfer aset kriptonya saat berlibur di Phuket, Thailand.

 

TRIBUNNEWS.COM, PHUKET -  Seorang pria Ukraina menjadi korban pemerasan sekaligus perampokan aset kripto senilai 8 juta baht atau sekitar Rp3,656 miliar (1 baht setara Rp457) oleh pria Armenia bersenjata saat tengah berlibur di Phuket, Thailand.

Pria yang menjadi korban pemerasan tersebut bernama Viacheslav Leibov (23). Di melaporkan kejadian ini kepada polisi di Kamala hari Minggu, 10 November 2024.

Kepada polisi dia mengatakan, peristiwa tersebut bermula saat dia dan temannya dari Ukraina Alfred Chernyshuk (18) mengunjungi kamar temannya dan dipaksa mentransfer cryptocurrency senilai lebih dari 8 juta baht kepada sekelompok pria bersenjata.

Peristiwa tersebut terjadi di malam hari sekitar pukul 22.45 pada hari Jumat.

Di pintu masuk rumah temannya, seorang pria Armenia yang diidentifikasi sebagai Arman Grigoryan (21)  dan membawa Viacheslav Leibov ke kamar.

Korban awalnya berbincang dengan pria tersebut di balkon kamar. Nanti dia perlu pergi ke toilet. Ketika dia membuka ruang toilet, dua pria sudah menunggunya di sana.

Rekomendasi Untuk Anda

Kedua pria tersebut, dengan wajah tertutup, mengikat anggota tubuhnya dengan tali dan pengikat kabel. 

Korban mengatakan bahwa pelaku menyuruhnya untuk mentransfer USDT500,000; jika tidak, jari-jarinya akan patah. 

Pelaku tersebut memegang palu dan laki-laki yang menutup mukanya memegang pisau panjang. Leibov mengatakan dia meminta geng tersebut untuk mengurangi separuh uang tebusan.

Setelah dia melakukan transfer senilai sekitar 8,56 juta baht, geng tersebut mengikatnya ke tempat tidur, mengancamnya agar tidak melaporkan kejahatan tersebut ke polisi.

Baca juga: TikTok Kena Semprit di Inggris, Dituding Operasikan Praktik Pencucian Uang Pakai Aset Kripto

Pelaku juga mengumpulkan barang-barang mereka dan meninggalkan tempat kejadian.

Korban mengatakan, dia berhasil membebaskan diri dan mengetahui dari resepsionis hotel bahwa kamar tersebut disewa oleh pelaku Arman dan Alfred.

Setelah kejadian itu, Leibov mengendarai sepeda motornya mengejar pelaku ke Bandara Phuket, tetapi tidak melihat satu pun tersangka. Kemudian dia melaporkan kejadian ini ke polisi Thailand.

Sumber: Bangkok Post

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas