Prancis-Belanda Umumkan Hasil Tes Hantavirus Kontak Erat, Apakah Positif Terinfeksi?
Prancis dan Belanda mengumumkan hasil tes penumpang MV Hondius yang melakukan kontak erat dengan penumpang positif Hantavirus.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Nuryanti
Ringkasan Berita:
- Prancis dan Belanda menyatakan puluhan orang yang sempat kontak dengan penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi Hantavirus dinyatakan negatif, meski beberapa kasus masih dipantau.
- Wabah diduga bermula dari pelayaran kapal MV Hondius di Amerika Selatan dan telah menewaskan sedikitnya 3 orang.
- Hantavirus adalah virus langka yang umumnya ditularkan tikus, tetapi virus ini dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat,
- WHO menegaskan risiko bagi masyarakat umum masih rendah.
TRIBUNNEWS.COM - Prancis dan Belanda mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap puluhan orang yang sempat melakukan kontak dengan penumpang kapal pesiar MV Hondius yang terinfeksi virus hantavirus.
Hasilnya, sebagian besar dinyatakan negatif, meski otoritas kesehatan dunia masih terus memantau kemungkinan munculnya kasus baru dalam beberapa pekan ke depan.
Pemerintah Prancis pada Kamis (14/5/2026) menyatakan bahwa 26 orang yang sempat berkontak dengan pasien terinfeksi hantavirus telah menjalani pemeriksaan dan seluruhnya dinyatakan negatif.
Dari jumlah itu, 22 orang merupakan kontak erat seorang wanita asal Belanda yang sebelumnya berada di kapal pesiar MV Hondius dan kemudian meninggal dunia setelah jatuh sakit di Afrika Selatan.
Selain itu, empat orang lain yang sempat berada di kapal masih dipantau oleh dokter di Prancis.
Sementara seorang penumpang asal Prancis dinyatakan positif terinfeksi virus Hanta dan kini berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.
Pihak berwenang Belanda juga mengumumkan bahwa seluruh penumpang yang dipulangkan melalui penerbangan evakuasi dari kapal tersebut telah menjalani tes dan hasilnya negatif.
Kasus ini menarik perhatian internasional karena wabah diduga bermula dari kapal pesiar MV Hondius yang berlayar dari wilayah Amerika Selatan.
Virus Hanta sendiri dikenal sebagai penyakit langka yang biasanya ditularkan melalui hewan pengerat, meski dalam beberapa kasus tertentu dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan, seperti diberitakan Al Arabiya.
Baca juga: Akhiri Operasi Hantavirus di MV Hondius, WHO Sampaikan Terima Kasih kepada Warga Tenerife
Italia dan Inggris Tingkatkan Kewaspadaan
Di tengah meningkatnya kekhawatiran, otoritas kesehatan Italia mulai memeriksa dua dugaan kasus Hantavirus.
Salah satunya adalah turis asal Argentina yang dirawat di rumah sakit di Roma karena pneumonia, sementara seorang pria muda menjalani isolasi sukarela setelah diketahui sempat melakukan kontak dengan wanita Belanda yang meninggal dunia.
Sementara itu, pemerintah Inggris mengumumkan karantina pencegahan terhadap seorang turis Inggris di Milan karena berada dalam penerbangan yang sama dengan pasien terinfeksi.
Inggris juga memindahkan 10 orang dari wilayah terpencil menuju Inggris Raya untuk menjalani isolasi pencegahan setelah mereka dikaitkan dengan wabah yang berasal dari kapal pesiar tersebut.
WHO: Risiko Masih Rendah
Direktur Jenderal Tedros Adhanom Ghebreyesus menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada tanda-tanda terjadinya wabah Hantavirus berskala besar.
“Saat ini belum ada indikasi akan terjadinya wabah yang lebih besar, tetapi situasinya bisa berubah, dan mengingat masa inkubasi virus yang panjang, kemungkinan kita akan melihat lebih banyak kasus dalam beberapa minggu mendatang,” kata Tedros dalam konferensi pers di Madrid bersama Perdana Menteri Spanyol, Pedro Sanchez, pada Selasa (12/5/2026).