Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prancis-Belanda Umumkan Hasil Tes Hantavirus Kontak Erat, Apakah Positif Terinfeksi?

Prancis dan Belanda mengumumkan hasil tes penumpang MV Hondius yang melakukan kontak erat dengan penumpang positif Hantavirus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Prancis-Belanda Umumkan Hasil Tes Hantavirus Kontak Erat, Apakah Positif Terinfeksi?
HO/IST/AI/IST
WABAH HANTAVIRUS - Foto ini adalah foto ilustrasi yang dibuat dengan artificial intelligence(AI) soal penularan hantavirus. Virus Hanta atau hantavirus kembali menjadi sorotan publik setelah muncul laporan kasus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar menuju Tenerife, Spanyol, di mana tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi tersebut. - Pada 15 Mei 2026, Prancis dan Belanda mengumumkan hasil tes penumpang MV Hondius yang melakukan kontak erat dengan penumpang positif Hantavirus. 

Meski terdengar mengkhawatirkan, kasus Hantavirus sebenarnya tergolong jarang.

Di Amerika Serikat, misalnya, sejak virus ini dikenali pada 1993, tercatat lebih dari 800 kasus. Di Amerika Selatan, khususnya Argentina dan Chile, wabah kecil juga beberapa kali muncul akibat strain Andes yang memiliki kemampuan terbatas untuk menular dari manusia ke manusia.

Salah satu wabah terbesar sebelumnya terjadi di Argentina pada 2018-2019 yang menyebabkan sejumlah kematian dan karantina ketat di wilayah Patagonia.

Kasus Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius

Sebelumnya, kapal pesiar MV Hondius memulai pelayarannya dari Ushuaia, Argentina, pada 1 April 2026.

Kapal ekspedisi milik Oceanwide Expeditions itu melakukan perjalanan panjang melintasi kawasan Atlantik Selatan dan Antarktika dengan membawa sekitar 147 penumpang dan kru dari puluhan negara.

Rute perjalanan kapal mencakup beberapa wilayah terpencil seperti Antarktika, South Georgia, Nightingale Island, Tristan da Cunha, Saint Helena, hingga Ascension Island sebelum akhirnya menuju Cape Verde dan Kepulauan Canary.

Kasus pertama diduga muncul pada 6 April 2026 ketika seorang penumpang mulai mengalami demam, sakit kepala, dan gangguan pernapasan. Pada 11 April, penumpang tersebut meninggal dunia di atas kapal, meski saat itu kematiannya belum dikaitkan dengan Hantavirus.

Rekomendasi Untuk Anda

Wabah mulai menjadi perhatian internasional setelah seorang wanita asal Belanda yang sempat berada di kapal jatuh sakit dalam penerbangan dari Saint Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan. Ia kemudian meninggal dunia di rumah sakit pada 26 April 2026.

Hantavirus secara resmi mulai diumumkan dan dikonfirmasi terkait MV Hondius pada awal Mei 2026.

Pada 4 Mei 2026, hasil tes pertama yang memastikan adanya infeksi Andes Hantavirus diumumkan kepada publik dan langsung memicu pelacakan kontak internasional oleh WHO serta berbagai negara.

Sejak saat itu, penumpang dan kru kapal mulai diisolasi, dievakuasi, dan diperiksa di sejumlah negara seperti Belanda, Prancis, Inggris, Italia, Amerika Serikat, hingga Australia.

Hingga pertengahan Mei 2026, wabah tersebut dikaitkan dengan sedikitnya tiga kematian dan sejumlah kasus positif lainnya, seperti diberitakan The Guardian.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas