Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Prancis-Belanda Umumkan Hasil Tes Hantavirus Kontak Erat, Apakah Positif Terinfeksi?

Prancis dan Belanda mengumumkan hasil tes penumpang MV Hondius yang melakukan kontak erat dengan penumpang positif Hantavirus.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Prancis-Belanda Umumkan Hasil Tes Hantavirus Kontak Erat, Apakah Positif Terinfeksi?
HO/IST/AI/IST
WABAH HANTAVIRUS - Foto ini adalah foto ilustrasi yang dibuat dengan artificial intelligence(AI) soal penularan hantavirus. Virus Hanta atau hantavirus kembali menjadi sorotan publik setelah muncul laporan kasus di kapal pesiar MV Hondius yang berlayar menuju Tenerife, Spanyol, di mana tiga penumpang dilaporkan meninggal dunia akibat infeksi tersebut. - Pada 15 Mei 2026, Prancis dan Belanda mengumumkan hasil tes penumpang MV Hondius yang melakukan kontak erat dengan penumpang positif Hantavirus. 

WHO menjelaskan bahwa jenis virus yang ditemukan adalah strain “Andes”, yang memang memiliki kemampuan terbatas untuk menular dari manusia ke manusia.

Penularan umumnya membutuhkan kontak dekat dalam waktu lama.

Amerika Serikat juga mengambil langkah pencegahan dengan mengarantina 18 penumpang asal AS yang berada di kapal tersebut. Namun, otoritas kesehatan menegaskan bahwa risiko bagi masyarakat umum masih tergolong rendah.

Secara global, hingga kini tercatat tiga orang meninggal dunia akibat infeksi virus Hanta, enam orang dipastikan positif, dan satu kasus lainnya masih dalam status dugaan.

Apa Itu Hantavirus?

Kasus Hantavirus kembali menjadi perhatian dunia setelah wabah yang diduga berasal dari kapal pesiar MV Hondius menewaskan beberapa penumpang dan memicu karantina di sejumlah negara pada April hingga Mei 2026.

Meski tergolong penyakit langka, virus ini dikenal berbahaya karena dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius hingga kematian dalam waktu singkat.

Hantavirus merupakan kelompok virus yang umumnya ditularkan melalui hewan pengerat, terutama tikus liar.

Rekomendasi Untuk Anda

Nama virus ini berasal dari Sungai Hantan di Korea Selatan, lokasi awal virus tersebut dikenali secara luas saat Perang Korea pada awal 1950-an dan tersebar di berbagai negara dengan jenis yang berbeda-beda.

Di Asia dan Eropa, Hantavirus lebih sering menyebabkan gangguan ginjal serius, sedangkan di benua Amerika virus ini dapat memicu gangguan paru-paru berat yang dikenal sebagai Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).

Penularan Hantavirus paling sering terjadi melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus.

Seseorang juga dapat tertular setelah menyentuh permukaan yang tercemar lalu menyentuh wajah.

Dalam kasus tertentu, terutama pada strain Andes yang ditemukan di Amerika Selatan, virus juga dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan.

Gejala awal Hantavirus sering kali menyerupai flu biasa sehingga sulit dikenali pada tahap awal. Penderitanya biasanya mengalami demam tinggi, nyeri otot, sakit kepala, mual, muntah, tubuh lemas, hingga batuk dan sesak napas.

Pada kasus berat, paru-paru dapat terisi cairan dan menyebabkan gagal napas.

Tingkat kematian akibat Hantavirus pun cukup tinggi, terutama untuk tipe HPS di Amerika yang dapat mencapai 30 hingga 40 persen.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Berita Terkini
Atas