Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Alexander Lukashenko Ampuni 32 Tahanan Politik di Belarusia, Ada yang Menderita Penyakit Kronis

Menurut pernyataan resmi, dari 32 tahanan yang diampuni, 17 di antaranya menderita penyakit kronis dan sembilan lainnya berusia lebih dari 50 tahun.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Alexander Lukashenko Ampuni 32 Tahanan Politik di Belarusia, Ada yang Menderita Penyakit Kronis
Ilya PITALEV / SPUTNIK / AFP
Presiden Belarus Alexander Lukashenko menghadiri pertemuan Dewan Ekonomi Eurasia Tertinggi di Kremlin di Moskow pada 25 Mei 2023. Menurut pernyataan resmi, dari 32 tahanan yang diampuni, 17 di antaranya menderita penyakit kronis dan sembilan lainnya berusia lebih dari 50 tahun. 

TRIBUNNEWSCOM - Presiden Belarusia, Alexander Lukashenko, mengumumkan pengampunan terhadap 32 tahanan politik yang dihukum karena kejahatan ekstremis.

Pengumuman ini disampaikan oleh kantor kepresidenan pada Rabu (20/11/2024).

Al Jazeera melaporkan, dari 32 tahanan yang diampuni 17 di antaranya menderita penyakit kronis dan sembilan lainnya berusia lebih dari 50 tahun.

Kementerian Dalam Negeri Belarusia akan memantau perilaku mereka setelah dibebaskan.

Pengampunan ini merupakan gelombang keenam bila dihitung sejak Juli 2023.

Total sudah ada 178 orang yang dibebaskan.

Sviatlana Tsikhanouskaya, pemimpin oposisi yang kini berada di pengasingan mengaku sangat gembira karena dia turut dibebaskan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya sangat gembira karena 32 tahanan politik lainnya di Belarus akan dibebaskan," ungkapnya.

"Namun, kita harus melihat kenyataan pahitnya; penindasan terus berlanjut," bebernya dalam sebuah posting di media sosial X.

Lukashenko telah memerintah Belarusia sejak 1994.

Dia terpilih kembali untuk masa jabatan keenam pada pemilihan umum 2020.

Baca juga: Komentar Lukashenko soal Pasukan Korea Utara Berperang di Ukraina untuk Rusia: Tingkatkan Konflik

Tapi kemenangannya menuai tuduhan sebagai hasil kecurangan.

Sejak saat itu, lebih dari 1.275 tahanan politik masih dipenjara.

Banyak di antaranya dihukum karena menghina Lukashenko.

Kelompok hak asasi manusia, Viasna, melaporkan bahwa tindakan represif semakin meningkat menjelang pemilihan presiden berikutnya, yang dijadwalkan pada Januari 2025.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas