Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1005: Putin Bakal Hapus Utang Warganya yang Ikut Bertempur

Vladimir Putin pada hari Sabtu (23/11/2024) menandatangani undang-undang untuk menghapus utang yang belum dibayar senilai hampir $100.000.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Perang Rusia-Ukraina Hari ke-1005: Putin Bakal Hapus Utang Warganya yang Ikut Bertempur
Alexei Mayshev/Handout/brics-russia2024.ru
Presiden Rusia Vladimir Putin pada pertemuan KTT BRICS di kota Kazan, barat daya Rusia pada Rabu (23/10/2024). Presiden Rusia, Vladimir Putin pada hari Sabtu (23/11/2024) menandatangani undang-undang untuk menghapus utang yang belum dibayar senilai hampir $100.000. 

Bila terpilih nanti, Grenell diprediksi bakal memainkan peran kunci dalam upaya Trump untuk menghentikan perang jika ia akhirnya terpilih untuk jabatan tersebut.

Meskipun saat ini tidak ada utusan khusus yang didedikasikan hanya untuk menyelesaikan konflik Rusia-Ukraina, Trump sedang mempertimbangkan untuk menciptakan peran tersebut, menurut empat sumber, yang meminta anonimitas untuk membahas pertimbangan internal.

  • Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken, sedang melakukan perjalanan diplomatik ke Eropa yang mencakup pertemuan para menteri luar negeri dari negara-negara industri terkemuka yang akan difokuskan pada perang di Ukraina dan Timur Tengah.

    Departemen Luar Negeri mengatakan Blinken akan berpartisipasi dalam pertemuan kelompok tujuh dan bilateral di luar Roma pada hari Senin dan Selasa pekan depan.

    Hal itu terjadi saat pemerintahan Biden mulai mereda di tengah kekhawatiran bahwa tim Donald Trump dapat mengubah kebijakan luar negeri AS secara substansial.

  • Serangan pesawat nirawak dan rudal Rusia telah merusak 321 fasilitas infrastruktur pelabuhan Ukraina sejak Juli 2023, kata Volodymyr Zelenskyy pada Sabtu.

    20 kapal dagang milik negara lain rusak akibat serangan Rusia, imbuhnya.

  • Putin menandatangani undang-undang yang melarang adopsi anak-anak Rusia oleh warga negara yang melegalkan transisi gender.

    Sejak mengirim pasukan ke Ukraina pada Februari 2022, pemimpin Kremlin itu telah berulang kali mencirikan Barat sebagai "setan" dan menuduhnya mencoba melemahkan Rusia dengan mengekspor ideologi liberal.

  • (Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

    Rekomendasi Untuk Anda
    Halaman 2/2
    Dapatkan Berita Pilihan
    di WhatsApp Anda
    Klik Di Sini!
    Baca WhatsApp Tribunnews
    Tribunnews
    Ikuti kami di

    Kirim Komentar

    Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

    Berita Populer
    Atas