Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

WHO Kerahkan Tim Ahli ke Kongo, Bantu Selidiki Penyakit Misterius

wHO mengatakan 30 orang dilaporkan meninggal karena penyakit ItU otoritas setempat mengatakan kepada Reuters 143 orang meninggal karena penyakit

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Aisyah Nursyamsi
Editor: Eko Sutriyanto
zoom-in WHO Kerahkan Tim Ahli ke Kongo, Bantu Selidiki Penyakit Misterius
Makangara Ciribagula Justin/AFP
Petugas kesehatan terlihat di fasilitas medis untuk menanggulangi virus mpox secara berlanjut di Kinshasa, Republik Demokratik Kongo (30/8/2024) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Aisyah Nursyamsi


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengerahkan tim ahli untuk membantu otoritas kesehatan setempat menyelidiki penyakit misterius mirip flu yang telah menginfeksi hampir 400 orang di Republik Demokratik Kongo di Afrika.

Tim tersebut terdiri dari ahli epidemiologi, dokter klinis, teknisi laboratorium, spesialis pencegahan dan pengendalian infeksi, serta ahli komunikasi risiko, menurut pernyataan WHO.

Meskipun masih banyak yang perlu dipelajari, wabah ini sangat memprihatinkan.

Hal ini diungkapkan oleh Lawrence Gostin, pakar kesehatan global dan direktur fakultas Institut O'Neill untuk Hukum Kesehatan Nasional dan Global di Universitas Georgetown.

"Kita tidak ingin menekan tombol panik sampai kita melihat apa yang sedang kita hadapi, tetapi ini adalah sesuatu yang harus diperhatikan secara saksama oleh dunia karena jika ini adalah jenis influenza baru yang sangat mudah menular, penyakit ini akan menyebar ke seluruh dunia dengan sangat cepat," ungkapnya, dilansir dari USA Today, Sabtu (7/12/2024). 

Baca juga: Batch Pertama Vaksin Mpox Tiba di Kongo, 200 Ribu Dosis Dibagikan Pekan Ini

Kasus-kasus tersebut berpusat di provinsi Kwango di barat daya negara itu, di zona kesehatan Panzi. 

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara WHO mengatakan 30 orang dilaporkan meninggal karena penyakit tersebut, otoritas setempat mengatakan kepada Reuters 143 orang meninggal karena penyakit tersebut, sejak akhir Oktober.

Who ungkap gejala penyakit tersebut sejauh ini meliputi sakit kepala, batuk, demam, kesulitan bernapas, dan anemia.

Reuters melaporkan bahwa penyakit ini tampaknya paling serius menyerang wanita dan anak-anak, terutama mereka yang berusia di atas 15 tahun.

Gostin mengatakan, ia sangat prihatin karena infeksi tersebut tampaknya menyerang orang-orang di usia produktif.

Bukannya orang-orang yang sangat muda atau sangat tua, yang merupakan korban flu yang paling umum.

"Ini misterius, karena ini bukan kejadian yang bisa kita lihat," katanya.

Ia juga khawatir karena penyakit tersebut tampaknya menyebar dengan cepat dari orang ke orang. 

Virus influenza lain yang sangat mematikan, seperti flu burung, tidak menyebar dengan mudah. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas