Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Impian Naji jadi Pesepakbola seperti Ronaldo Pupus di Tangan Israel

Impian Naji al-Baba menjadi pemain sepakbola seperti Cristiano Ronaldo pupus di tangan Israel. Ia ditembak saat bermain sepakbola.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Impian Naji jadi Pesepakbola seperti Ronaldo Pupus di Tangan Israel
Kolase Tribunnews.com
Impian Naji al-Baba menjadi pemain sepakbola seperti Cristiano Ronaldo pupus di tangan Israel. Ia ditembak saat bermain sepakbola. 

TRIBUNNEWS.COM - Nasib tragis dialami seorang remaja asal Palestina bernama Naji al-Baba (14).

Impian Naji al-Baba menjadi pemain sepakbola seperti Cristiano Ronaldo pupus di tangan Israel.

Naji tewas ditembak tentara Israel saat tengah bermain bersama teman-temannya di Halhul, Kota Hebron, selatan Tepi Barat pada 3 November 2024.

Sepupu Naji berlari ke rumahnya , berteriak panik, dan mengatakan, tentara Israel telah tiba dan mulai menembaki anak-anak.

Ayah Naji, Nidal Abdel Moti al-Baba dan pamannya, Samir, bergegas menuju lokasi kejadian.

"Saya ingin anak saya! Saya ingin anak saya!" teriak Nidal, saat tentara menyerang dan memukuli dirinya dan saudaranya.

Setelah kekacauan itu, Nidal melihat tentara membawa jasad Naji.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya mengenalinya dari sepatu yang baru saya belikan untuknya beberapa hari sebelumnya," ungkap Nidal.

Jenazah Naji dibawa pergi oleh tentara, sedangkan ambulans Palestina baru dipanggil dua jam kemudian.

Naji kemudian dibawa ke Rumah Sakit Abu Mazen Halhul.

Laporan medis forensik mengungkapkan, Naji terkena empat peluru: satu di panggul, satu di kaki, satu di jantung, dan satu di bahu.

Baca juga: Sidang Darurat Majelis Umum PBB, Indonesia: Israel Harus Tanggung Jawab Atas Kejahatannya di Gaza

Tragisnya, Naji dibiarkan tanpa perawatan medis selama 30 menit setelah ditembak.

Keesokan harinya, keluarga Naji mengunjungi rumah sakit untuk mempersiapkan pemakamannya.

Meskipun tangannya patah, Nidal bersikeras menggendong jenazah putranya untuk menghadiri pemakaman yang dihadiri ratusan orang dari Halhul.

Sosok Naji

Setelah pemakaman, Nidal mengungkapkan sejumlah kebiasaan yang dilakukan sang anak. 

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas