Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Bashar Assad Transfer 250 Juta Dolar atau Rp 4 Triliun ke Moskow di Tengah Krisis Ekonomi

Financial Times mengungkapkan bahwa Bank Sentral Suriah, di bawah pengawasan Presiden Bashar al-Assad, mentransfer sekitar $250 juta.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Muhammad Barir
zoom-in Bashar Assad Transfer 250 Juta Dolar atau Rp 4 Triliun ke Moskow di Tengah Krisis Ekonomi
tangkap layar ToI/Kredit Foto: AP/Ghaith Alsayed
Seorang pejuang oposisi Suriah merobek lukisan yang menggambarkan Presiden Suriah Bashar Assad dan mendiang ayahnya Hafez Assad di Bandara Internasional Aleppo di Aleppo, Suriah, 2 Desember 2024. 

Bashar Assad Transfer 250 Juta Dolar ke Moskow di Tengah Krisis Ekonomi

TRIBUNNEWS.COM- Surat kabar British Financial Times mengungkapkan bahwa Bank Sentral Suriah, di bawah pengawasan Presiden Bashar al-Assad, mentransfer sekitar $250 juta tunai ke Moskow antara tahun 2018 dan 2019, sebuah langkah luar biasa di saat Suriah menderita kekurangan mata uang asing yang parah.

Transfer ini merupakan bagian dari dukungan yang diterima Suriah dari Rusia, sekutu militer utama Assad, yang diberikan untuk membantunya melanjutkan kekuasaannya di tengah perang yang berkecamuk.

Menurut catatan yang diterbitkan oleh surat kabar tersebut, Suriah mengirimkan uang kertas dengan berat sekitar dua ton pecahan 100 dolar dan 500 euro ke Bandara Vnukovo di Moskow, di mana uang tersebut disimpan di bank-bank Rusia yang dikenakan sanksi.

Uang ini digunakan untuk memperkuat pengaruh rezim di tengah memburuknya situasi ekonomi dan semakin buruknya sanksi Barat terhadap negara tersebut. Hal ini menjadikan Moskow sebagai tujuan utama pengiriman uang Suriah.

Transfer keuangan tersebut dilakukan pada saat Assad berhutang budi kepada Kremlin atas dukungan militernya.

Anggota keluarganya, terutama istrinya Asma al-Assad, mulai membeli real estate mewah di Moskow, di mana keluarganya memiliki lusinan apartemen mewah yang dibeli melalui perusahaan dan mediasi yang kompleks.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemindahan ini memicu kritik tajam dari para penentang dan pemerintah Barat. Rezim Suriah dituduh melakukan korupsi dan menyelundupkan uang untuk membiayai perang dan meningkatkan kekayaan pribadi.

David Schenker, yang menjabat sebagai Asisten Menteri Luar Negeri AS untuk Urusan Timur Dekat antara tahun 2019 dan 2021, menyatakan bahwa transfer ini bukanlah suatu kejutan, melainkan merupakan bagian dari upaya rezim Suriah untuk mendapatkan keuntungan yang tidak sah.

Selain itu, laporan mengindikasikan bahwa Rusia telah menjadi surga utama bagi rezim Assad untuk menghindari sanksi Barat yang dikenakan terhadap Suriah sejak penindasan protes pada tahun 2011.

Menurut surat kabar tersebut, Moskow memainkan peran penting dalam mendukung rezim Suriah secara militer dan ekonomi. Hal ini memungkinkan Assad untuk melanjutkan pemerintahannya meskipun ada tekanan internal dan eksternal.

Operasi keuangan ini menunjukkan bagaimana Rusia telah menjadi pusat utama pembiayaan aktivitas rezim Suriah, termasuk pembelian real estat dan menyediakan tempat berlindung yang aman bagi uang Assad di tengah keruntuhan ekonomi di Suriah.

 

 


SUMBER: Asharq Al-Awsat

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas