Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Data Kotak Hitam Pesawat Jeju Air Selesai Diekstraksi, Segera Diubah ke Format Audio

Pemerintah Korea Selatan mengatakan data kotak hitam pesawat Jeju Air selesai diekstraksi, segera diubah ke format audio pada hari ini.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Siti Nurjannah Wulandari
zoom-in Data Kotak Hitam Pesawat Jeju Air Selesai Diekstraksi, Segera Diubah ke Format Audio
AFP/-
Personel forensik polisi dan pejabat Biro Investigasi Nasional bekerja di lokasi kejadian pesawat Boeing 737-800 Jeju Air jatuh dan terbakar di Bandara Internasional Muan di Muan, sekitar 288 kilometer barat daya Seoul pada 31 Desember 2024. 

TRIBUNNEWS.COM - Korea Selatan telah mengekstraksi data awal dari kotak hitam pesawat Jeju Air dengan nomor penerbangan 7C2216 yang jatuh di Bandara Muan pada Minggu (29/12/2024).

"Ekstraksi awal Perekam Suara Kokpit (CVR) telah selesai,” kata Wakil Menteri Penerbangan Sipil, Joo Jong-wan, Rabu (1/1/2025).

"Hari ini, kami memulai proses konversi ke format file audio," lanjutnya.

“Kami berencana menyelesaikan pekerjaan ekstraksi audio sesegera mungkin," tambahnya, seperti diberitakan surat kabar Hankyoreh.

Data kotak hitam pertama Perekam Suara Kokpit (CVR) telah diekstraksi, sementara kotak hitam kedua Perekam Data Penerbangan (FDR) masih belum diekstraksi.

Ia mencatat para ahli masih mencoba mengekstrak data dari kotak hitam kedua.

Setelah analisis selesai, diharapkan dapat mengungkap pembicaraan rinci tentang proses pengembalian dan proses pendaratan badan pesawat.

Rekomendasi Untuk Anda

Data di kotak hitam kedua (FDR) yang ditemukan dalam keadaan rusak, dipastikan masih utuh.

Saat ini, ekstraksi data tidak dilakukan pada perangkat ini karena perangkat yang menghubungkannya ke perangkat ekstraksi data telah hilang.

Ada kekhawatiran bahwa data itu sendiri telah rusak, namun Kementerian Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi menegaskan hal tersebut tidak terjadi. 

“Karena konektor (perangkat penghubung) ditemukan hilang, kami sedang melakukan pemeriksaan akhir tentang cara mengekstrak datanya,” kata Kementerian Pertanahan, Infrastruktur, dan Transportasi.

Baca juga: 2 Pramugari Jeju Air Diduga Alami Amnesia Traumatis Pasca Kecelakaan Mematikan

“Jika konektornya terlepas, diperlukan teknologi canggih untuk menyambungkannya kembali," tambahnya.

Kecelakaan Pesawat Jeju Air

Pesawat Boeing 737-800 ini membawa 181 orang, terdiri dari 175 penumpang dan 6 awak kabin.

Hanya dua awak kabin yang dinyatakan selamat, sementara 179 orang meninggal dunia.

Kecelakaan terjadi saat pesawat melampaui landasan pacu, menabrak penghalang beton dan terbakar.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas