Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Peringatan Malari dan Merawat Sikap Kritis Terhadap Kekuasaan

Peringatan Malari tahun ini, merupakan peringatan pertama di era Presiden Prabowo Subianto. Apakah peringatan Malari tahun ini sedikit…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Peringatan Malari dan Merawat Sikap Kritis Terhadap Kekuasaan
Deutsche Welle
Peringatan Malari dan Merawat Sikap Kritis Terhadap Kekuasaan 

Latar belakang pendidikan Gibran yang kurang meyakinkan, seperti mengulang ketidakjelasan pendidikan putera-puteri presiden pertama dan kedua. Latar belakang pendidikan anak-anak Soeharto umumnya tidak terlalu jelas. Sepertinya hanya Mbak Titik (lulusan FEUI) dan putri bungsunya Mbak Mamik (lulusan program studi Statistik IPB), yang lumayan memadai pendidikannya. Bambang Trihatmodjo dikabarkan sempat kuliah di Inggris, namun tidak jelas bagaimana kelanjutannya. Sebenarnya yang dipersoalkan bukanlah kecerdasan atau ijazah formal, namun lebih pada soal menyia-nyiakan kesempatan.

Bagaimana tidak, dengan kekayaan yang luar biasa dari Soeharto, kenapa anak-anak Soeharto tidak memanfaatkan kesempatan itu untuk sekolah setinggi-tingginya, bila perlu sekolah pada kampus ternama di luar negeri, yang berapa pun biayanya, ayahnya pasti sanggup membiayai. Kita tidak bisa membayangkan, bagaimana bila orang seperti Mas Tomy, dengan latar belakang pendidikan pas-pasaan, harus berdebat dengan generasi Z yang umumnya cerdas dan selalu update informasi, dalam sebuah forum seminar publik misalnya.

Dari keluarga pemimpin negeri masa lalu, yang sekolah anak-anaknya terbilang membanggakan adalah Bung Hatta dan BJ Habibie. Artinya anak-anak mereka terbilang siap bila suatu saat dipanggil negara, untuk menjadi pejabat publik, seperti pernah terjadi pada Dr. Meutia Farida Hatta. Kemudian anak pertama Habibie, yaitu Ilham Akbar Habibie, kini menjadi pakar digantara skala global, seperti ayahnya dulu. Artinya, publik tidak cemas bila mereka-mereka ini suatu saat berkiprah di dunia politik. Seperti Ilham Akbar, yang sudah merintis karier sebagai pejabat publik dengan maju sebagai calon gubernur pada Pilkada Jabar belum lama berselang.

Sementara latar belakang pendidikan putra-putri Soekarno beragam, artinya ada yang terhenti, namun ada yang selesai juga, setidaknya sarjana strata satu. Seperti dua putra Bung Karno dengan Ibu Hartini, yakni Taufan (seni rupa ITB, almarhum) dan Bayu (FISIP UI). Sementara putra-putri Bung Karno dengan Ibu Fatmawati, latar belakang pendidikannya juga tidak terlalu jelas, mungkin keadaan saat itu yang kurang kondusif untuk merampungkan studi, saat Bung Karno baru saja lengser dari kekuasaan.

Aris Santoso, sejak lama dikenal sebagai pengamat militer, khususnya TNI AD. Kini bekerja sebagai editor buku paruh waktu.

*Setiap tulisan yang dimuat dalam #DWNesia menjadi tanggung jawab penulis.

*Luangkan menulis pendapat Anda atas opini di atas di kolom komentar di media sosial Terima kasih.

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas