Italia Tolak Tangkap Netanyahu Saat Berkunjung Meski Ada Surat Perintah ICC
Tajani dan Nordia terus meyakinkan Saar kalau Italia baru saja mendapat nasihat hukum terkait perintah penangkapan ICC.
Penulis:
Andari Wulan Nugrahani
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Pemerintah Italia mengatakan tidak akan menangkap Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan, Yoav Gallant saat berkunjung meski ada surat perintah Pengadilan Kriminal Internasional (ICC).
Pernyataan ini disampaikan setelah pertemuan antara Menteri Luar Negeri Italia Antonio Tajani, Menteri Kehakiman Carlo Nordio, dan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Saar di Roma.
Dalam pertemuan itu, Tajani dan Nordia terus meyakinkan Saar bahwa Italia baru saja mendapat nasihat hukum terkait perintah penangkapan ICC.
Mereka mengungkapkan kalau berdasarkan Konvensi Wina, kepala negara, dalam hal ini termasuk Netanyahu, punya kekebalan dari penangkapan selama berada di Italia.
Surat perintah penangkapan ICC terhadap Netanyahu dan Gallant dikeluarkan pada November 2024 kemarin.
Sebagaimana yang dituduhkan, Netanyahu dan Gallant diduga terlibat dalam kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Pelanggaran yang mereka lakukan antara lain termasuk penggunaan kelaparan sebagai metode perang dan serangan sengaja terhadap penduduk sipil.
Italia Wajib Kerja Sama dengan ICC
Sebagai penanda tangan Statuta Roma 1998, Italia diwajibkan bekerja sama dengan ICC dalam penyelidikan dan penuntutan, termasuk melaksanakan permintaan penangkapan terhadap individu yang dicari ICC.
Tapi, bila diingat, tahun lalu, Tajani pernah menyatakan penangkapan Netanyahu tidak dapat dilakukan selama dia masih menjabat sebagai perdana menteri.
Padahal sebelumnya, Menteri Pertahanan Italia, Guido Crosetto mengatakan jika Netanyahu atau Gallant berkunjung ke Italia, pihaknya akan terpaksa menangkap mereka, sesuai dengan surat perintah ICC.
Baca juga: Imbas Surat Perintah Penangkapan Netanyahu, ICC Dapat Sanksi dari DPR AS
Meski mengkritik ICC karena menempatkan Netanyahu dan Gallant pada level yang sama dengan Hamas, Crosetto menegaskan bahwa hal ini bukan pilihan politik, melainkan kewajiban yang diatur oleh hukum internasional.
Tekanan juga datang dari kelompok hak asasi manusia yang mendesak Italia untuk menangkap pejabat Israel lainnya, seperti Mayor Jenderal Ghassan Alian, yang bertanggung jawab atas pengepungan Gaza.
Hanya beberapa negara Eropa seperti Belanda, Irlandia, dan Spanyol yang telah menyatakan niat mereka untuk menegakkan surat perintah ICC terhadap para pemimpin Israel.
Selain Italia, Polandia juga mengumumkan bahwa mereka akan melindungi Netanyahu dari penangkapan saat ia mengunjungi negara tersebut untuk memperingati pembebasan Auschwitz.
Netanyahu bertemu Smotrich
Media Israel Ynet dan Walla melaporkan bahwa PM Israel kini bertemu dengan Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich.