Gencatan Senjata Dimulai, Hamas Janji Bakal Lanjutkan Pembebasan Sandera Israel Sabtu Depan
Hamas mengungkap bahwa pihaknya berkomitmen melanjutkan pembebasan sandera tahap berikutnya pada Sabtu pekan depan.
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Tiara Shelavie
TRIBUNNEWS.COM - Pejabat senior Hamas mengungkap bahwa pihaknya berkomitmen melanjutkan pembebasan sandera tahap berikutnya pada Sabtu pekan depan.
Rencana ini diungkap setelah Hamas membebaskan tiga sandera wanita asal Israel sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata tahap pertama pada Minggu (19/1/2024).
Ini menjadi langkah awal dalam proses panjang dan rapuh yang bertujuan untuk mengakhiri perang selama 15 bulan di Gaza.
"Pembebasan tahanan (sandera) Israel gelombang kedua akan dilakukan pada Sabtu malam depan, hari ketujuh sejak dimulainya perjanjian gencatan senjata," kata pejabat yang tidak ingin disebutkan namanya dilansir Barrons.
Sebelum kesepakatan sah dilakukan, rencana gencatan senjata sebelumnya sempat tertunda lantaran Hamas tak kunjung memberikan daftar nama sandera Israel yang akan dibebaskan dalam kesepakatan ini.
Akibat penundaan itu, PM Israel Benjamin Netanyahu menginstruksikan IDF atau militer Israel untuk tetap menyerang kelompok Hamas.
"Kami tidak akan dapat melanjutkan kerangka kerja tersebut hingga kami menerima daftar sandera yang akan dibebaskan, sebagaimana telah disepakati," kata Netanyahu mengutip Al Arabiya.
Meski sempat tertunda, namun pertukaran sandera dalam kesepakatan gencatan senjata tahap pertama akhirnya dimulai pukul 11.15 waktu setempat (0915GMT).
Hamas sendiri telah menyatakan komitmen untuk menyediakannya. Namun, Hamas beralasan ada kendala teknis sehingga daftar itu sulit diselesaikan tepat waktu.
Hamas menyatakan anggotanya berkomunikasi secara fisik melalui utusan. Hal itu disebut membutuhkan waktu untuk menyetujui nama-nama dan lokasi para sandera ketika pesawat militer Israel masih berada di atas mereka.
90 Tahanan Palestina Kembali ke Rumah
Usai ketiga tawanan Israel dikembalikan Hamas, Tentara Israel mengonfirmasi bahwa Romi Gonen, Emily Damari, dan Doron Steinbrecher tengah menjalani pemeriksaan intensif.
"Ketiga sandera yang dibebaskan didampingi oleh pasukan khusus IDF dan pasukan ISA saat mereka kembali ke wilayah Israel, di mana mereka akan menjalani pemeriksaan medis awal," kata militer Israel dalam sebuah pernyataan, dilansir AFP.
Baca juga: Mediator Qatar Konfirmasi Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza Telah Dimulai
Sebagai bentuk imbalan, Israel melepaskan 90 tahanan Palestina.
Saluran 12 Israel mengatakan 78 tahanan akan dibebaskan ke Tepi Barat sementara 12 lainnya ke Yerusalem Timur.
"Mereka baru akan dibebaskan setelah kedatangan tawanan Israel ke Israel," kata petugas penjara Israel.
Baca tanpa iklan