Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ali Khamenei Bantah Iran Melemah: Masa Depan yang Akan Buktikan

Iran tidak melemah setelah lebih dari setahun bertempur di Timur Tengah dengan Israel, ujar Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ali Khamenei Bantah Iran Melemah: Masa Depan yang Akan Buktikan
IRAN International, X @khamenei_ir
Foto Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam pertemuan dengan putra pendukungnya pada 22 Januari 2025 

TRIBUNNEWS.COM - Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei menyangkal klaim bahwa Iran telah "dilemahkan" akibat konflik regional, termasuk perang di Gaza.

"Pemimpi delusi itu mengumumkan bahwa Iran telah menjadi lemah," tulis Khamenei di platform X, Kamis (23/1/2025).

"Masa depan akan menunjukkan siapa yang sebenarnya telah menjadi lemah."

Sebelumnya, pada Senin (21/1/2025), Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada wartawan bahwa serangan Israel terhadap fasilitas militer Iran pada Oktober lalu benar-benar membuat negara itu mundur.

Saat menandatangani sejumlah perintah eksekutif di Gedung Putih, Trump menyampaikan kepada wartawan bahwa Israel telah melemahkan Iran secara signifikan selama konflik yang berlangsung selama 15 bulan di kawasan tersebut.

"Mereka dilemahkan dengan berbagai cara. Satu serangan oleh Israel benar-benar membuat mereka terpuruk," kata Trump, mengutip laporan dari Iran International.

Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei (X/Ayatollah Ali Khamenei/@khamenei_ir)

Trump juga merujuk pada serangan terhadap perangkat komunikasi pemimpin Hizbullah tahun lalu, yang disebutnya telah melumpuhkan banyak orang serta melukai utusan Iran untuk Lebanon.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dan masih banyak lagi," imbuh Trump.

"Serangan terhadap pertahanan udara Iran adalah pukulan telak bagi mereka."

Khamenei membantah klaim tersebut, membandingkannya dengan awal Perang Iran-Irak pada 1980, ketika Saddam Hussein menginvasi Iran dengan dukungan signifikan dari Presiden AS saat itu, Ronald Reagan.

"Saddam memulai serangannya, dan Reagan memberinya banyak bantuan, dengan keyakinan salah bahwa Iran telah menjadi lemah," kata Khamenei.

Baca juga: Menhan Israel: Operasi IDF di Jenin Belajar dari Gaza Agar Proksi Iran di Tepi Barat Tak Jadi Kuat

"Namun mereka dan puluhan pemimpin delusi lainnya kini telah pergi ke neraka, sementara Republik Islam semakin kuat dari hari ke hari."

"Kali ini pun akan sama, dengan rahmat Tuhan."

Tekanan Maksimal Terhadap Iran

Menurut laporan The Wall Street Journal (WSJ) pada November lalu, Donald Trump berencana untuk meningkatkan kampanye "tekanan maksimum" terhadap Iran.

Kampanye tersebut bertujuan untuk menekan ekspor minyak Iran dan membatasi pengaruhnya di Timur Tengah.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas