Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Arbel Yehud, Tahanan Israel Yang Ditunda Pembebasannya, Hamas Beri Alasan

Israel menuntut pembebasan Arbel Yehud, tahanan wanita Israel, hingga Sabtu depan. Alasan Hamas tunda pembebasan Arbel Yehud karena ia tentara wanita.

Tayang:
Diperbarui:
Baca & Ambil Poin
Editor: timtribunsolo
zoom-in Arbel Yehud, Tahanan Israel Yang Ditunda Pembebasannya, Hamas Beri Alasan
Newsx
Arbel Yehud, salah satu wanita yang masih ditahan oleh Hamas dan akan dibebaskan pada Sabtu (1/2/2025) depan. Hamas mengklasifikasikan Arbel Yehud sebagai tentara wanita Israel yang dilatih di bidang astronomi. 

TRIBUNNEWS.COM - Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, mengumumkan penundaan pembebasan Arbel Yehud, seorang tahanan Israel, hingga pertukaran tahanan selanjutnya yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 1 Februari 2025.

Keputusan ini muncul setelah sebelumnya Hamas berhasil membebaskan empat tentara wanita Israel sebagai bagian dari pertukaran tahanan kedua pada 25 Januari 2025.

Mengapa Pembebasan Arbel Yehud Ditunda?

Hamas menunda pembebasan Arbel Yehud karena mengklasifikasikan dia sebagai tentara wanita Israel yang dilatih di bidang astronomi.

Di sisi lain, Israel menyatakan bahwa Arbel Yehud merupakan warga sipil dan menuduh Hamas melanggar perjanjian gencatan senjata yang mengharuskan pembebasan warga sipil terlebih dahulu.

"Arbel Yehud adalah seorang wanita militer Yahudi yang dilatih dalam program luar angkasa tentara Israel," ungkap sumber resmi dari Gerakan Jihad Islam, faksi yang menahan Arbel Yehud.

Sumber dari Hamas juga mengonfirmasi bahwa Arbel Yehud masih hidup dan akan dibebaskan sesuai dengan ketentuan kesepakatan pertukaran.

"Para mediator memberi tahu kami bahwa Arbel Yehud masih hidup dan akan dibebaskan Sabtu depan," kata sumber tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

Sementara itu, Kantor Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menegaskan bahwa warga Palestina di Jalur Gaza tidak boleh memasuki wilayah Jalur Gaza utara hingga Arbel Yehud dibebaskan.

"Berdasarkan perjanjian gencatan senjata, kami tidak akan mengizinkan penduduk Gaza masuk ke Jalur Gaza utara sampai ada pengaturan untuk pembebasan Arbel Yehud," ujar kantor Netanyahu.

Juru bicara tentara Israel, Daniel Hagari, menuduh Hamas tidak mematuhi perjanjian yang telah disepakati.

Baca juga: Klaim Israel Dipatahkan, 4 Tentara Wanita yang Dibebaskan dalam Keadaan Sehat dan Bahagia

"Kami akan berupaya mengembalikan mereka yang ditahan dan kami berkomitmen untuk itu," tegasnya.

Arbel Yehud, 29 tahun, ditangkap oleh Brigade Al-Quds, sayap militer Gerakan Jihad Islam, dalam Operasi Banjir Al-Aqsa yang diluncurkan pada 7 Oktober 2023.

Ia ditangkap di rumahnya di pemukiman Nir Oz, dekat Khan Yunis, bersama temannya Ariel Kunio.

Media Israel melaporkan bahwa Erbil memiliki minat yang besar dalam astronomi dan tidak ditahan oleh Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas.

Jumlah Korban di Jalur Gaza

Sejak dimulainya serangan Israel di Jalur Gaza, jumlah kematian warga Palestina dilaporkan meningkat menjadi lebih dari 47.283 jiwa, dengan lebih dari 111.472 lainnya terluka.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas