100 Hari Prabowo-Gibran: Impian Indah Pangan Berlimpah, Seriuskah?
Memasuki 100 hari pemerintahan Prabowo-Gibran, sektor pangan menjadi salah satu yang jadi sorotan utama. Indonesia kembali dijanjikan…
Menurut Uli Siagian, pembukaan lahan dalam skala besar bisa membawa dampak ekologis yang serius, "selain akan menyebabkan deforestasi, maka program ini juga akan menyebabkan bencana ekologis terutama banjir dan longsor, belum lagi pelepasan emisi, hingga kebakaran hutan dan lahan."
Selain itu, rencana tersebut juga dikatakan berpotensi memicu konflik agraria dengan masyarakat adat yang telah lama mendiami wilayah hutan tersebut.
"Program pangan harus berangkat dari kedaulatan pangan, artinya menitikberatkan masyarakat sebagai pengelolanya, karena masyarakat di suatu wilayah yang lebih mengetahui kriteria pangan di wilayahnya. Tugas negara itu memastikan kawasan itu aman, petani tidak kesulitan mengakses modal, pasar hingga jaminan harga," kata Uli.
"Biarkanlah masyarakat menjadi aktor utama dalam pemenuhan pangan. Toh selama ini petani kecil kok yang menghasilkan pangan untuk kita semua, bukan korporasi-korporasi besar."
Melisa Ester Lolindu dan Hani Anggraini turut berkontribusi dalam laporan ini
Editor: Arti Ekawati

Baca tanpa iklan