Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Bagaimana China membuat DeepSeek di tengah hadangan AS?

Bagaimana perusahaan China yang hanya diketahui sedikit orang bisa membuat model AI yang canggih di tengah hadangan AS?

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Bagaimana China membuat DeepSeek di tengah hadangan AS?
BBC Indonesia
Bagaimana China membuat DeepSeek di tengah hadangan AS? 

Pembatasan pasokan chip akibat kebijakan Amerika Serikat membuat industri di China harus memutar otak guna berinovasi dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI). Industri China didukung melimpahnya talenta muda di dunia teknologi informasi dari kampus-kampus ternama negeri tersebut.

ChatGPT sempat menggemparkan dunia dengan kecerdasan buatan (AI).

Sebuah pertanyaan sempat muncul apakah China bisa menandingi Amerika Serikat?

Dua tahun berselang, China menciptakan model AI baru dan dalam sekejap membalikkan pertanyaan itu: mampukah AS menghentikan inovasi China?

Sebelum kemunculan DeepSeek, Beijing dinilai belum bisa menandingi ChatGPT karena layanan chatbot itu tidak tersedia di China.

China sempat menghadirkan Ernie, chatbot dari raksasa mesin pencari Baidu, tapi banyak dicibir penggunanya.

Kemudian muncul versi dari perusahaan teknologi Tencent dan ByteDance, yang dianggap sebagai pengikut ChatGPT—tetapi dinilai tak bisa menyamai ChatGPT.

Rekomendasi Untuk Anda

AS sempat yakin bahwa mereka unggul dalam persaingan ini dan berupaya mempertahankan keunggulan tersebut dengan melarang ekspor chip dan teknologi canggih ke China.

Namun, itu semua berubah dengan kelahiran DeepSeek.

Peluncuran DeepSeek telah mengejutkan industri teknologi Silicon Valley dan dunia.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa modelnya yang canggih jauh lebih murah daripada proyek perusahaan-perusahaan AI dari AS yang bernilai miliaran dolar.

Lalu, bagaimana bisa sebuah perusahaan yang tidak dikenal meraih pencapaian ini?

Tantangan

AS sempat melayangkan pukulan telak kala melarang produsen chip terkemuka dunia seperti Nvidia menjual chip canggih ke China.

Padahal chip-chip tersebut penting untuk membuat model AI canggih yang dapat melakukan berbagai tugas manusia, mulai dari menjawab pertanyaan dasar hingga memecahkan soal matematika yang kompleks.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas