Kabel Bawah Laut: Titik Lemah Dunia Digital
Kabel bawah laut, yang mentransfer sekitar 95 persen lalu lintas data global, kian sering disabotase. Di mana kabel-kabel ini dipasang?…
Kabel bawah laut besar dengan diameter lebih dari 20 sentimeter dapat memiliki berat antara 40 dan 70 kilogram per meter karena lapisan pelindungnya yang harus layak dan handal di bawah laut.
Bagaimana memasangnya?
Ahli geologi dan insinyur menentukan lokasi terbaik untuk pemasangan kabel, dengan mempertimbangkan hambatan seperti parit laut, arus laut, daerah penangkapan ikan, atau rute pelayaran. Di Laut Utara dan Laut Baltik, sekitar 1,6 juta ton amunisi dari perang masa lalu juga menimbulkan tantangan besar.
Jika terdapat risiko pada kabel yang dipasang di tepi pantai atau di perairan dangkal, parit sedalam tiga meter sering digali menggunakan mesin keruk. Di perairan yang lebih dalam, di mana risiko kerusakan lebih rendah, kabel sering kali diletakkan langsung di dasar laut oleh kapal khusus pemasang jaringan kabel.
Jarak antara kapal pemasang kabel dan titik di mana kabel menyentuh dasar laut, dapat mencapai delapan kilometer. Penting agar kabel tetap dalam tegangan konstan selama pemasangan. Jika tegangannya terlalu sedikit, lilitan dapat terbentuk. Namun, ketegangan yang terlalu besar dapat menyebabkan kabel mengapung dan mudah putus.
Risiko kerusakan kabel bawah laut
Kerusakan terbanyak disebabkan oleh jaring pukat atau jangkar. Selain itu ada tindakan sabotase yang disengaja sebagai bagian dari perang hibrida telah dikenal sejak Perang Dingin.
Sejak tahun 1959, Amerika menuduh Rusia sengaja merusak kabel bawah laut dengan jaring ikan. Spionase juga merupakan masalah besar karena kabel bawah laut dapat disadap dan datanya dicuri.
Kapal canggih perbaiki kabel bawah laut yang rusak
Perbaikannya rumit karena kondisi tekanan ekstrem di bawah air dan cuaca yang tidak dapat diprediksi. Perangkat khusus dapat mengukur kehilangan sinyal dan menemukan bagian yang rusak. Dengan kabel serat optik modern, kerusakan idealnya dapat diketahui dalam jarak 50 meter.
Tergantung pada kerusakan dan kedalaman, penyelam dapat memperbaiki kabel di ruang kering. Atau kapal perbaikan kabel dengan hati-hati mengangkatnya ke permukaan. Di atas kapal, teknisi kemudian mengganti bagian kabel yang rusak dengan yang baru. Setelah pengujian menyeluruh, kabel tersebut ditenggelamkan dan dikubur kembali dengan hati-hati.
Akan tetapi, hanya ada beberapa kapal di dunia yang mampu melakukan perbaikan semacam itu. Kadang-kadang dibutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan sebelum kabel yang putus dapat diperbaiki.
Upaya perlindungan dari sabotase
Kabel bawah laut terlindungi dengan baik terhadap ancaman alam, tetapi seringkali tidak memadai terhadap kerusakan yang disengaja oleh negara musuh, dinas rahasia atau teroris. Penggunaan drone bawah air dan sistem sensor akustik dapat membantu mendeteksi potensi tindakan sabotase pada tahap awal.
Secara paralel, sambungan kabel tambahan disiapkan sebagai sistem redundan sehingga data dapat diteruskan bahkan jika satu kabel rusak.
Baru-baru ini, negara-negara yang terkena dampak sabotase, telah mengembangkan strategi perlindungan terkoordinasi agar dapat bertindak cepat dan bersama-sama jika terjadi serangan. Hal ini memerlukan kerja sama yang erat antarnegara, operator kabel bawah laut, dan organisasi internasional.
Selain itu, kerangka hukum baru dibutuhkan di tingkat nasional dan internasional. Sampai saat ini, tidak ada ketentuan khusus dalam hukum internasional untuk melindungi kabel bawah laut jika terjadi konflik.
Diadaptasi dari artikel DW berbahasa Jerman

Baca tanpa iklan