Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Pajak Impor Tinggi Trump: Respon Kanada, Meksiko, dan China

Kebijakan pajak impor Trump: siapa yang terpengaruh dan bagaimana tanggapan negara-negara yang dikenai tarif?

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: timtribunsolo
zoom-in Pajak Impor Tinggi Trump: Respon Kanada, Meksiko, dan China
Tangkapan Layar YouTube FOX 2 Detroit
KONFERENSI PERS TRUMP - Tangkapan Layar YouTube FOX 2 Detroit yang memperlihatkan Presiden AS Donald Trump melakukan konferensi pers terkait tabrakan pesawat antara Jet American Airlines dengan helikopter Black Hawk pada Kamis (30/1/2025). Pada 1 Februari 2025, Donald Trump menandatangani kebijakan yang mengesahkan pemberlakuan pajak impor tinggi kepada tiga negara, yaitu Kanada, Meksiko, dan China. 

TRIBUNNEWS.COM - Pada 1 Februari 2025, Presiden AS Donald Trump menandatangani kebijakan yang mengesahkan pemberlakuan pajak impor tinggi kepada tiga negara, yaitu Kanada, Meksiko, dan China.

Kebijakan ini merupakan respons terhadap isu-isu seperti imigrasi ilegal dan peredaran obat-obatan terlarang yang dianggap berasal dari negara-negara tersebut.

Mengutip The Guardian, berikut hal-hal yang perlu diketahui mengenai pajak tersebut.

Apa Itu Tarif dan Mengapa Trump Memberlakukannya?

Tarif, atau dalam bahasa Inggris disebut tariff, adalah pajak yang dikenakan pada barang asing yang diimpor ke suatu negara.

Saat ini, Amerika Serikat merupakan importir barang terbesar di dunia dengan nilai impor mencapai 3,2 triliun USD pada tahun 2022.

Selama kampanyenya, Trump telah mengancam untuk memberlakukan tarif pada mitra dagang utama AS, yaitu China, Meksiko, dan Kanada.

Ia secara khusus menyatakan keinginannya untuk mengenakan tarif sebesar 25 persen pada Meksiko dan Kanada serta tarif 10 persen pada China.

Rekomendasi Untuk Anda

Tujuannya adalah untuk mendesak negara-negara tersebut menyelesaikan masalah yang menjadi keluhan AS.

Trump meyakini bahwa tarif merupakan alat tawar yang kuat untuk memaksa produsen dan importir AS memproduksi barang di dalam negeri. "Yang perlu Anda lakukan hanyalah membangun pabrik di Amerika Serikat dan Anda tidak akan dikenai tarif apa pun," ungkap Trump.

Namun, dengan terjalinnya ekonomi global, dampak dari kebijakan ini cukup kompleks.

Sebagai contoh, petani AS tidak akan mampu memproduksi alpukat sebanyak yang dihasilkan Meksiko.

Baca juga: Netanyahu Bertandang ke AS, Jadi Pemimpin Dunia Pertama yang Diundang Trump ke Gedung Putih

Akibatnya, barang-barang yang terpengaruh oleh tarif ini dapat menyebabkan kenaikan harga bagi konsumen.

Apa Dampak Tarif Ini Terhadap Konsumen AS?

Tarif sebesar 25 persen pada semua impor dari Meksiko dan Kanada, serta tarif 10 persen pada barang dari China, diprediksi akan meningkatkan harga barang-barang yang diimpor.

Kanada merupakan pengekspor utama minyak mentah, sedangkan Meksiko mengekspor berbagai buah dan sayuran segar, termasuk suku cadang mobil.

China, di sisi lain, dikenal sebagai pengekspor utama komponen elektronik.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas