Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Donald Trump Mengatakan AS akan Mengambil Alih Jalur Gaza Saat Menjamu Benjamin Netanyahu

Presiden Donald Trump mengajukan usulan luar biasa bagi Amerika Serikat untuk "mengambil alih" Jalur Gaza.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Muhammad Barir
zoom-in Donald Trump Mengatakan AS akan Mengambil Alih Jalur Gaza Saat Menjamu Benjamin Netanyahu
Tangkapan layar YouTube White House
MASA DEPAN GAZA - Tangkapan layar YouTube White House yang diambil pada Rabu (5/2/2025), menampilkan Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers bersama PM Israel Benjamin Netanyahu setelah pertemuan mereka di Gedung Putih pada Selasa (4/2/2025). Dalam pengumuman yang mengejutkan, Trump mengatakan AS akan mengambil alih dan memiliki Jalur Gaza. 

Donald Trump Mengatakan AS akan Mengambil Alih Gaza Saat Menyambut Netanyahu

TRIBUNNEWS.COM- Presiden Donald Trump mengajukan usulan luar biasa bagi Amerika Serikat untuk "mengambil alih" Jalur Gaza.

Pernyataan itu diungkapkan Trump saat ia menjamu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk pembicaraan penting mengenai gencatan senjata dengan Hamas.

Dia juga menegaskan bahwa warga Palestina akan mengungsi ke Mesir dan Yordania.

Trump juga mengulang seruannya bagi warga Palestina untuk pindah dari wilayah yang dilanda perang ke negara-negara Timur Tengah seperti Mesir dan Yordania, meskipun Palestina dan kedua negara dengan tegas menolak sarannya.

"AS akan mengambil alih Jalur Gaza dan kami juga akan melakukan pekerjaan di sana. Kami akan menguasainya," kata Trump dalam konferensi pers bersama dengan Netanyahu.

Trump mengatakan Amerika Serikat akan membuang semua bom yang belum meledak, "meratakan lokasi", menyingkirkan bangunan-bangunan yang hancur, dan "menciptakan pembangunan ekonomi yang akan menyediakan lapangan pekerjaan dan perumahan tanpa batas bagi penduduk di wilayah tersebut."

Rekomendasi Untuk Anda

Tetapi Trump tampaknya mengisyaratkan bahwa bukan warga Palestina yang akan kembali ke sana.

"Kota ini tidak boleh mengalami proses pembangunan kembali dan pendudukan oleh orang-orang yang sama yang telah berdiri di sana dan memperjuangkannya, tinggal di sana, meninggal di sana, dan menjalani kehidupan yang menyedihkan di sana," katanya.

Ia mengatakan dua juta penduduk Gaza sebaiknya "pergi ke negara lain yang berminat dengan hati yang manusiawi".

Netanyahu memuji Trump sebagai "sahabat terbaik yang pernah dimiliki Israel."

Dia mengatakan rencana presiden AS mengenai Gaza dapat "mengubah sejarah" dan patut "diperhatikan".


SUMBER: NEW ARAB

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas