Israel Serang Gaza dan Lebanon, Putra Pemimpin Hamas dan Kepala Unit Radwan Hizbullah Tewas
Israel melancarkan puluhan serangan udara di Lebanon dan Gaza dalam beberapa hari terakhir
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Bobby Wiratama
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, Israel masih terus menggempur wilayah Gaza dan Lebanon.
Mengutip laporan Al Jazeera pada Kamis (7/5/2026), Lebanon selatan masih menjadi zona perang aktif tanpa gencatan senjata.
Serangan udara terus berlangsung tanpa henti.
Pada Rabu, lebih dari 30 serangan udara terjadi dalam waktu kurang dari 24 jam.
Warga sipil menjadi pihak yang paling terdampak.
PBB menyatakan jumlah korban jiwa sipil terus meningkat setiap hari dan krisis kemanusiaan semakin memburuk karena Israel terus mengeluarkan perintah evakuasi paksa yang mengosongkan desa-desa di wilayah utara.
Serangan udara terus berlanjut dan puluhan orang dilaporkan tewas.
Dalam laporan terbaru, militer Israel menyatakan telah membunuh Ahmad Balut, komandan Unit Radwan elite Hizbullah, dalam serangan di pinggiran selatan Beirut pada Rabu.
Baca juga: Putra Pemimpin Hamas Terluka, 5 Lainnya Tewas dalam Serangan Israel di Gaza
Israel juga mengklaim telah membunuh Muhammad Ali Bazzi, kepala departemen intelijen Unit Nasser, dan Hussein Hassan Romani, petugas pengamatan pertahanan udara Hizbullah.
Sejak 2 Maret, serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan sedikitnya 2.715 orang, melukai 8.353 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1,6 juta orang mengungsi atau sekitar seperlima populasi Lebanon, menurut data resmi terbaru.
Sementara itu, serangan Israel di Gaza menewaskan putra pemimpin Hamas.
Serangan di Kota Gaza menewaskan Azzam Khalil al-Hayya, putra pemimpin biro politik Hamas, Khalil al-Hayya, menurut sumber di Rumah Sakit al-Shifa kepada Al Jazeera Arabic pada Kamis (7/5/2026).
Khalil al-Hayya sebelumnya mengonfirmasi bahwa putranya terluka dalam serangan tersebut.
Pejabat Hamas, Basim Naim, kemudian mengonfirmasi kematian Azzam al-Hayya.
Azzam merupakan putra keempat Khalil al-Hayya.
Baca tanpa iklan