Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

5 Poin Penting dari Dialog Raja Abdullah-Trump, Stabilitas Kawasan Jadi Taruhan

Raja Abdullah menghadapi situasi  rumit karena Trump menekan Yordania untuk menerima warga Palestina yang mengungsi akibat serangan militer di Gaza.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in 5 Poin Penting dari Dialog Raja Abdullah-Trump, Stabilitas Kawasan Jadi Taruhan
Facebook/The White House
RAJA ABDULLAH - Foto ini diambil pada Rabu (12/2/2025) dari publikasi The White House pada Selasa (11/2/2025), memperlihatkan Raja Yordania Abdullah II (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump (kanan) berfoto di Gedung Putih pada Selasa. Raja Abdullah menghadapi situasi  rumit karena Trump menekan Yordania untuk menerima warga Palestina yang mengungsi akibat serangan militer di Gaza. 

Trump juga menyebutkan kemungkinan untuk menahan bantuan Amerika yang diberikan kepada Yordania dan Mesir setiap tahunnya, sebagai bentuk tekanan agar kedua negara menerima pengungsi Palestina.

Meskipun Trump mengancam demikian, ia kemudian tampak mengubah nada, mengatakan bahwa ia lebih memilih untuk bekerja sama dengan kedua negara ini, tanpa perlu mengancam dengan pemotongan bantuan.

Sementara itu, Mesir dan Yordania tetap menegaskan posisi mereka untuk tidak menerima lebih banyak pengungsi Palestina.

Bagi Yordania, yang memiliki populasi besar keturunan Palestina, menerima lebih banyak pengungsi akan memperburuk ketegangan sosial dan politik domestik.

Pada 1970, sebuah peristiwa yang dikenal sebagai "September Hitam" memperlihatkan bagaimana ketegangan antara penduduk Palestina dan pemerintah Yordania bisa berubah menjadi konflik bersenjata.

5. Keamanan dan Stabilitas Kawasan Jadi Taruhan

Rencana Trump untuk Gaza tidak hanya menambah ketegangan antara AS dan negara-negara Arab, tetapi juga berpotensi merusak stabilitas kawasan.

Jika Yordania dan Mesir terpaksa menerima lebih banyak pengungsi Palestina, hal itu dapat memengaruhi hubungan mereka dengan Israel dan bahkan dengan Amerika Serikat.

Rekomendasi Untuk Anda

Situasi ini menambah kerumitan geopolitik, mengingat kedua negara ini berperan penting dalam menjaga keamanan di Timur Tengah.

Abdullah, dalam pertemuan tersebut, mengisyaratkan bahwa negara-negara Arab memiliki rencana mereka sendiri untuk Gaza yang akan segera dipresentasikan. Ini menunjukkan bahwa Yordania, Mesir, dan negara-negara Arab lainnya lebih memilih pendekatan yang lebih diplomatis dan tidak melibatkan pemindahan paksa warga Palestina.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)

Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas