Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

14.000 Surat Panggilan Wamil Dikirim ke Kaum Haredi, Hak Istimewa Yahudi Ultra-Ortodoks Hilang?

Militer Israel akan mengirimkan ribuan surat panggilan wajib militer kepada anggota komunitas Haredi atau Yahudi Ultra-Ortodoks. Hak istimewa hilang?

Tayang:
Diperbarui:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Nuryanti
zoom-in 14.000 Surat Panggilan Wamil Dikirim ke Kaum Haredi, Hak Istimewa Yahudi Ultra-Ortodoks Hilang?
Tangkap layar CNN/kredit foto: Oded Balilty/AP/Berkas
YAHUDI ULTRA-ORTODOKS. - Pria Yahudi Ultra-Ortodoks memblokir jalan raya selama protes terhadap perekrutan tentara di Bnei Brak, Israel, pada 27 Juni 2024. Kelompok Yahudi Ultra-Ortodoks atau komunitas Haredi makin sulit mengelak dari wajib militer yang diperintahkan Israel, apakah hak istimewa mereka telah hilang? 

TRIBUNNEWS.COM - Militer Israel dilaporkan akan mengirimkan 14.000 surat panggilan untuk wajib militer kepada anggota komunitas Haredi, sekelompok Yahudi ultra-Ortodoks, apakah hak istimewa mereka kini hilang?

Langkah ini semakin mengundang perhatian.

Mahkamah Agung Israel, pada Juni 2024 kemarin memutuskan kaum Haredi tidak dapat lagi dibebaskan dari kewajiban dinas militer, NDTV melaporkan.

"Tidak ada dasar hukum yang mendukung pengecualian Haredi dari wajib militer," ungkap MA Israel waktu itu.

Sejak keputusan itu, militer mulai melibatkan lebih banyak orang dari berbagai lapisan masyarakat agar melakukan dinas militer, termasuk mereka yang sebelumnya mendapatkan pengecualian.

Selain itu, pengadilan juga memerintahkan pemerintah untuk membekukan anggaran untuk yeshiva—lembaga pendidikan agama Yahudi yang telah menjadi pusat kehidupan komunitas Haredi.

Keputusan ini menunjukkan perubahan besar dalam kebijakan negara terhadap kaum Haredi.

Rekomendasi Untuk Anda

Komunitas Yahudi Ultra-Ortodoks sebelumnya dianggap memiliki hak istimewa untuk tidak melaksanakan wajib militer karena pengabdian mereka terhadap agama.

Penolakan Keras dari Komunitas Haredi

Komunitas Haredi mencakup sekitar 13 persen dari populasi Israel.

Secara historis menolak untuk bertugas di militer dengan alasan bahwa mereka lebih memilih untuk mengabdikan hidup mereka kepada studi agama,  Channel 12 Israel melaporkan.

Baca juga: Chaos, Kaum Yahudi Ultra-Ortodoks di Israel Bentrok dengan Polisi, Protes Wajib Dinas Militer

Belum lama ini, seorang siswa yeshiva yang berusaha melarikan diri dari Israel untuk menghindari panggilan militer, ditangkap di Bandara Ben Gurion pada Kamis (6/2/2025), The Times of Israel melaporkan.

Ini merupakan penangkapan pertama terhadap seorang pria Haredi yang mencoba menghindari kewajiban tersebut.

Penangkapan ini memicu ketegangan lebih lanjut di kalangan Haredim.

Sebagai bentuk protes atas keputusan tersebut, komunitas Haredi merencanakan demonstrasi di seluruh Israel.

Peristiwa lain yang paling mencolok terjadi pada pertengahan Januari 2025 di Tel Hashomer, dekat Tel Aviv.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas