Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Etnis Korea di Ukraina: Bercocok tanam dan Membantu Tentara Berperang

300 keluarga asal Korea menetap di sebuah desa di selatan Ukraina. Bagaimana mereka bisa menetap di sana? Bagaimana kondisi mereka…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Etnis Korea di Ukraina: Bercocok tanam dan Membantu Tentara Berperang
Deutsche Welle
Etnis Korea di Ukraina: Bercocok tanam dan Membantu Tentara Berperang 

"Saya bersekolah di sini dan selalu mengatakan kepada semua teman sekelas saya bahwa saya tidak akan pernah menikah dengan orang Korea. Tapi takdir berkata lain,” kenang Alyona Kogai sambil tersenyum. Pernikahan dengan orang Korea kini menjadi hal yang lumrah di Shevchenov, kata Alyona dan suaminya, Leonid Kogai.

Keluarga Kogai tak pernah membayangkan, salah satu anggota keluarga mereka memutuskan mengikuti dinas militer alih-alih bertani. Pada tahun 2022, saudara laki-laki Alyona, Serhiy, mula-mula bergabung dengan tim pertahanan teritorial wilayah Mykolaiv. Saat ini, ia bertempur di angkatan bersenjata Ukraina di garis depan di wilayah Kursk, Rusia.

Di sisi lain, ada juga orang Korea yang bertugas untuk tentara Rusia, tetapi mereka berasal dari Korea Utara. Keluarga Kogai sangat marah dengan hal ini. "Mereka juga berasal dari Asia, tetapi mereka berbeda dari orang Korea Selatan, mereka seperti zombie,” kata Alyona Kogai.

Etnis Korea yang mencintai Ukraina

Sejumlah warga etnis Korea dari Schwetschenkowe bergabung dengan kelompok partisan Ukraina selama pendudukan Rusia. "Mereka secara aktif mendukung angkatan bersenjata Ukraina pada bulan-bulan pertama invasi Rusia yang ekstensif," kata kepala desa Oleh Pylypenko.

Oleksandr Hwan juga membantu tentara Ukraina ketika mereka dalam posisi bertahan pada musim semi 2022. Rumahnya dengan cepat diubah menjadi rumah sakit dengan dokter-dokter militer Ukraina. Tentara Ukraina juga membangun bunker di halaman rumahnya. Ia menunjukkan dengan sedih lahan pertaniannya, dan meratapi kenyataan bahwa tak ada yang tersisa.

Terlepas dari semua pengalaman perangnya, Oleksandr Hwan tidak ingin pindah dari Schwetschenkowe. "Saya bisa saja mengungsi ke suatu tempat, tapi saya ingin mempertahankan harta benda saya di sini. Saya datang ke sini setelah dinas militer Soviet, membangun kehidupan untuk diri saya sendiri dan memulai sebuah keluarga,” katanya.

Sebagian besar warga lokal menggambarkan diri mereka sebagai orang Ukraina keturunan Korea, seperti halnya kepala pemerintahan wilayah Mykolaiv, Vitaliy Kim. Generasi muda keturunan Korea ini juga fasih berbahasa Ukraina. Hal ini dikonfirmasi oleh para guru di sekolah tempat anak-anak dengan nama keluarga seperti Zoi, Li, Kim, atau Hagai belajar.

Rekomendasi Untuk Anda

Seorang guru, Lilia Kusevich, mengatakan, etnis Korea bahkan memiliki nilai yang sangat bagus dalam pelajaran bahasa Ukraina. "Sebagai contoh, Elisaweta Zoi meraih nilai tertinggi dalam ujian. Mereka adalah anak-anak pekerja keras,” katanya.

Seperlima dari murid-murid di Shevchenkove adalah etnis Korea. Karena gedung sekolah rusak akibat serangan Rusia, saat ini hanya pembelajaran jarak jauh melalui internet yang memungkinkan. Beberapa murid bahkan ada yang berada di kota lain dan di luar negeri.

Meskipun banyak anak muda yang telah meninggalkan desa, warga Korea yang tinggal di Shevchenkove berharap mereka dapat membangun kembali rumah mereka bersama dengan warga Ukraina dan merevitalisasi komunitas mereka.

Diadaptasi dari Artikel DW Berbahasa Jerman

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas