Zelensky Cemburu Donald Trump Lebih Memilih Telepon Putin Dulu ketimbang Dirinya
Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky merasa tak dihargai karena Donald Trump lebih memilih menelepon Vladimir Putin terlebih dahulu ketimbang dirinya.
Penulis:
Whiesa Daniswara
Editor:
Febri Prasetyo
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky merasa tak senang ketika Presiden AS Donald Trump lebih memilih menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin terlebih dahulu ketimbang dirinya.
Akibat kejadian itu, Zelensky merasa bukan menjadi prioritas dalam pembicaraan damai dengan Rusia.
Meskipun, kata Zelensky, Trump tidak mengatakan kepadanya bahwa "Putin dan Rusia adalah prioritas".
"Hari ini kami memercayai kata-kata ini. Sangat penting bagi kami untuk mempertahankan dukungan Amerika Serikat," ujar Zelensky, dikutip dari Kyiv Independent.
"Saya tidak menanggapi panggilan ini karena prioritasnya adalah dia (Trump) berbicara dengan Rusia terlebih dahulu."
"Meskipun itu tidak menyenangkan karena Anda tahu bagaimana masyarakat Ukraina, orang Eropa bereaksi: tidak ada yang penting tentang Ukraina tanpa Ukraina," imbuhnya.
Menurut Zelensky, prioritas Kyiv adalah pertemuan Ukraina-AS, serta pengembangan rencana "untuk menghentikan Putin."
"Saya rasa adil untuk berbicara dengan Rusia setelah itu," kata Presiden Ukraina itu.
Zelensky menambahkan ia ingin mitra Eropa terlibat dalam negosiasi damai antara Ukraina dengan Rusia.
Sebelumnya, Trump mengadakan panggilan telepon terpisah dengan Zelensky dan Putin.
Ia mengklaim bahwa kedua pemimpin itu ingin menghentikan jutaan kematian yang terjadi dalam perang antara Rusia dengan Ukraina.
Baca juga: Rusia Tolak Usulan Zelensky Tukar Wilayah Ukraina dengan Wilayah Kursk yang Dikuasai Kyiv
Trump mengumumkan bahwa ia dan Putin akan mengadakan pertemuan langsung pertama mereka di Arab Saudi.
Meski begitu, masih belum jelas sejauh mana keterlibatan Ukraina dalam pembicaraan tersebut.
Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan bahwa Rusia telah mulai membentuk kelompok untuk berunding dengan AS, termasuk mengenai perang dengan Ukraina.
Menyusul pembicaraan Trump dengan Zelensky dan Putin, Kaja Kallas, diplomat tertinggi Uni Eropa, menegaskan kembali integritas teritorial Ukraina, dengan mengatakan bahwa Eropa harus memiliki "peran utama" dalam negosiasi apa pun.
Baca tanpa iklan