Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Menlu AS Bantah Tudingan Uni Eropa Tak Dilibatkan di Negosiasi Rusia-Ukraina

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio mengaku Uni Eropa baru dilibatkan jika pembicaraan terkait negosiasi damai berkembang.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Menlu AS Bantah Tudingan Uni Eropa Tak Dilibatkan di Negosiasi Rusia-Ukraina
Kementerian Luar Negeri AS
MENLU AS - Foto yang diambil dari laman resmi Kementerian Luar Negeri AS tanggal 14 Februari 2025 ini, memperlihatkan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sedang berpidato. Menteri Luar Negeri AS, Marco Rubio pada hari Minggu (16/2/2025), mengaku Uni Eropa baru dilibatkan dalam negosiasi Ukraina-Rusia jika pembicaraan terkait negosiasi damai berkembang. 

TRIBUNNEWS.COM - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, pada hari Minggu (16/2/2025) menegaskan bahwa Uni Eropa akan ikut serta menjadi bagian dari setiap "perundingan nyata" untuk mengakhiri perang antara Rusia dan Ukraina.

Pernyataan ini, dikemukakan Rubio guna menjawab sejumlah tudingan yang keluar setelah munculnya kabar AS bakal menggelar pertemuan minggu ini dengan Rusia.

Rubio membantah tudingan yang menyebut, Uni Eropa tak akan dilibatkan dalam negosiasi damai di Ukraina setelah Rusia dan Amerika Serikat menggelar pertemuan di Arab Saudi dalam beberapa hari mendatang.

Dikutip dari wawancaranya dengan CBS, Rubio mengatakan, proses perundingan belum dimulai secara serius kala kedua negara bertemu di Saudi pekan ini.

Diplomat Amerika tersebut, mengaku Uni Eropa baru dilibatkan jika pembicaraan terkait negosiasi damai berkembang.

Rubio memastikan, Ukraina dan negara-negara Eropa lainnya akan dilibatkan dalam setiap perundingan yang bermakna.

"Pada akhirnya, kita harus menunggu hingga mencapai titik di mana pertemuan ini (dengan Rusia) menghasilkan sebuah perundingan nyata, dan kita belum sampai di sana" ungkap Rubio dalam acara "Meet the Press" di CBS.

Rekomendasi Untuk Anda

"Akan tetapi, jika kesepakatan itu terjadi, Ukraina harus dilibatkan karena mereka negara yang diserang, dan Eropa harus dilibatkan karena mereka juga memberlakukan sanksi terhadap Putin dan Rusia," lanjut Rubio.

"Tapi terus terang, Kita belum sampai di tahapan sana," pungkas mantan senator Florida tersebut.

Sebelumnya pada hari Minggu, Reuters melaporkan bahwa pejabat AS telah memberikan kuesioner kepada pejabat Eropa, antara lain menanyakan berapa banyak pasukan yang dapat mereka sumbangkan untuk menegakkan kesepakatan damai antara Ukraina dan Rusia.

"Presiden Trump berbicara dengan Vladimir Putin minggu lalu, dan dalam percakapan itu, Vladimir Putin menyatakan minatnya pada perdamaian, dan presiden menyampaikan keinginannya untuk melihat konflik ini berakhir dengan cara yang tahan lama serta melindungi kedaulatan Ukraina," kata Rubio.

Baca juga: Donald Trump Targetkan Gencatan Senjata Rusia-Ukraina Sebelum Paskah 2025

"Sekarang, jelas itu harus diikuti dengan tindakan, jadi beberapa minggu dan hari ke depan akan menentukan apakah ini serius atau tidak. Pada akhirnya, satu panggilan telepon belum bisa menciptakan perdamaian." sambung Rubio

Rubio mengatkan, pertemuan di Arab Saudi bukanlah hal yang mendadakan karena dirinya sebelumnya sudah dijadwalkan untuk melakukan kunjungan resmi jauh hari sebelum dialog dengan Rusia diumumkan.

Ia juga mengaku bahwa komposisi delegasi Rusia yang akan ditemuinya masih belum final.

Ketika ditanya apakah ia telah membahas pencabutan sanksi terhadap Rusia selama panggilan telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov pada hari Sabtu (15/2/2025), Rubio menolak memberikan konfirmasi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas