Volltexte
Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Pemilu Jerman 2025: Kandidat Kanselir Adu Argumen soal Ekonomi dan Migran

Empat kandidat utama kanselir Jerman berikutnya, yakni Friedrich Merz, Olaf Scholz, Robert Habeck, dan Alice Weidel, beradu argumen…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Pemilu Jerman 2025: Kandidat Kanselir Adu Argumen soal Ekonomi dan Migran
Deutsche Welle
Pemilu Jerman 2025: Kandidat Kanselir Adu Argumen soal Ekonomi dan Migran 

Klaim: Kanselir Jerman Olaf Scholz mengatakan pemerintahannya telah mengurangi migrasi ilegal sebanyak 100.000 orang tahun lalu.

"Kami melakukan segala upaya untuk membatasi migrasi ilegal. Karena itu, kami telah menguranginya sebanyak 100.000 tahun lalu. Dan akan ada pengurangan lagi sebanyak 100.000 tahun ini,” kata Scholz.

Fakta: Scholz tampaknya menghitung pengurangan ini berdasarkan jumlah permohonan suaka di Jerman. Pada 2024, sebanyak 229.751 orang mengajukan suaka di Jerman, menurut Kantor Federal untuk Migrasi dan Pengungsi Jerman.

Menurut sumber yang sama, angka pada 2023 adalah 329.120. Ini memang menunjukkan pengurangan sekitar 100.000 permohonan.

Namun, migrasi ilegal bisa dilihat dari jumlah orang yang masuk ke Jerman tanpa izin. Dalam hal ini, perhitungan Scholz tidak sepenuhnya akurat.

Jumlah migran yang masuk tanpa izin menurut kepolisian di seluruh perbatasan Jerman turun dari 127.549 pada 2023 menjadi 83.572 pada 2024.

Merz melihat potensi SPD atau Partai Hijau sebagai mitra koalisi

Friedrich Merz dari Partai CDU secara tegas menolak bekerja sama dengan Partai AfD yang berhaluan ekstrem kanan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Saya ingin kita mencapai titik strategis di mana kita memiliki dua opsi tetapi hanya membutuhkan satu," katanya.

Ketika ditanya opsi apa saja yang dimaksud, ia menjawab: "Mungkin Partai SPD, mungkin Partai Hijau."

"Saya rasa, Partai SPD dan Partai Hijau telah memahami bahwa mereka tidak bisa terus berjalan seperti sebelumnya. Namun, kami memiliki rencana untuk negara ini: Jerman harus maju, kita harus bergerak maju."

Pemimpin SPD, Olaf Scholz, juga mendukung penolakan Merz untuk bekerja sama dengan kelompok sayap kanan ekstrem.

"Kami memiliki tradisi di Jerman untuk tidak bekerja sama dengan kelompok sayap kanan karena kami telah belajar dari era nasionalisme sosial. Simbol sayap kanan dilarang di Jerman karena alasan yang jelas, dan harus tetap demikian. Saya tegaskan, tidak boleh ada kerja sama dengan kelompok sayap kanan."

Pemimpin AfD, Alice Weidel, mngungkapkan pandangannya, dengan mengatakan, "Perbandingan ini begitu keterlaluan dan saya menolaknya atas nama partai saya. Dengan mengatakan itu, Anda menghina jutaan orang yang memilih kami. Kami adalah partai konservatif yang damai," ujar Weidel.

Namun, Merz menambahkan bahwa Weidel ingin memasukkan Björn Höcke, seorang politikus AfD yang pada 2019 dianggap secara hukum sebagai fasis oleh pengadilan Jerman, ke dalam kabinetnya.

Menurut cek fakta DW, Höcke juga dihukum karena menggunakan slogan Nazi yang dilarang tahun lalu. Namun, Björn Höcke telah membantah kalau dirinya menganut ideologi Nazi.

Pernyataan penutup keempat kandidat kanselir

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas