Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Senat Amerika Serikat Kukuhkan Kash Patel sebagai Direktur FBI

Senat memberikan suara 51 berbanding 49 untuk mengukuhkan Kash Patel sebagai Direktur FBI, dikenal sebagai loyalis setia Presiden Donald Trump.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Senat Amerika Serikat Kukuhkan Kash Patel sebagai Direktur FBI
Tangkap Layar YouTube LiveNOW from FOX
KASH PATEL - Gambar merupakan tangkap layar dari YouTube LiveNOW from FOX yang diambil pada Jumat (21/2/2025), menunjukkan Senat Amerika Serikat (AS) memberikan suara 51 berbanding 49 untuk mengukuhkan Kash Patel sebagai Direktur FBI. Sosok Kash Patel dikenal sebagai loyalis setia Presiden Donald Trump. 

TRIBUNNEWS.COM - Senat Amerika Serikat (AS) pada Kamis (20/1/2025) mengonfirmasi Kash Patel sebagai Direktur Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI).

Pengukuhan ini, menandai seorang loyalis setia Presiden Donald Trump dan penganut paham konservatif yang berapi-api menempati posisi tertinggi lembaga penegak hukum negara itu.

Senat memberikan suara 51 berbanding 49 untuk mengukuhkan Patel.

Jabatan direktur FBI seharusnya berlangsung selama 10 tahun untuk melindungi lembaga tersebut dari politik.

Namun, setelah Trump memenangkan kembali Gedung Putih, ia menginginkan kepala FBI saat itu, Chris Wray, untuk mundur, yang membuka jalan bagi Patel untuk dikukuhkan.

Nominasi ini mendapat pengawasan ketat dari Partai Demokrat.

Senator Republik Susan Collins dan Lisa Murkowski bergabung dengan Demokrat menentang pengukuhan Patel.

Rekomendasi Untuk Anda

Partai Demokrat bahkan memperingatkan kalau Patel mungkin menggunakan jabatannya untuk mencari pembalasan terhadap musuh politik Trump.

Selama sidang konfirmasi, Patel menegaskan bahwa "tidak akan ada politisasi" di FBI.

Ia juga menuduh Demokrat memilih-milih kutipan komentar lama, menyebutnya sebagai informasi yang sering kali menyesatkan.

Partai Republik membela pilihan Trump.

Baca juga: Bela Zelensky, Warga Ukraina Balas Hinaan Presiden AS Ubah Foto Trump Jadi Meme Lucu

Mereka menyatakan, Patel akan membawa transparansi yang dibutuhkan di FBI.

Mereka menepis pernyataan kontroversial Patel di masa lalu sebagai "hiperbola".

Kontroversi

Patel juga menarik perhatian karena teori konspirasi yang ia sebar.

Sebagai contoh seperti klaim bahwa FBI merencanakan serangan terhadap Gedung Capitol AS pada 6 Januari 2021 sebagai operasi "bendera palsu."

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas