Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
2 - 0
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Analisis: Pencarian MH370 Kali Ini Bisa Berbeda Meski Pesawat Tak Berhasil Ditemukan, Ini Alasannya

Berhasil atau tidak, pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 kali ini oleh Ocean Infinity akan menguak fakta maupun pencerahan baru.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Analisis: Pencarian MH370 Kali Ini Bisa Berbeda Meski Pesawat Tak Berhasil Ditemukan, Ini Alasannya
Tangkap layar YouTube 9 News Australia
PENCARIAN MH370 - Tangkap layar YouTube 9 News Australia pada 25 Februari 2025, menampilkan potongan simulasi pencarian MH370 oleh UAV dari Ocean Infinity. Berhasil atau tidak, pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370 kali ini oleh Ocean Infinity akan menguak fakta maupun pencerahan baru. 

TRIBUNNEWS.COM - Pencarian ketiga untuk pesawat Malaysia Airlines MH370 telah dimulai, hampir 11 tahun setelah pesawat itu hilang secara misterius.

Pada hari Minggu (23/2/2025), kapal milik Ocean Infinity, perusahaan survei maritim asal Amerika, tiba di wilayah terpencil Samudra Hindia di mana pesawat tersebut diduga jatuh. 

Kapal ini mengerahkan tiga robot kapal selam canggih tiga mil di bawah permukaan laut untuk memindai dasar laut menggunakan sonar.

Berdasarkan analisis dari Jeff Wise, seorang jurnalis sains dan pilot pribadi di nymag.com, jika upaya ini berhasil, puing-puing pesawat beserta kotak hitamnya diharapkan bisa ditemukan, yang memungkinkan para penyelidik untuk mengungkap misteri hilangnya MH370

Namun, jika gagal, hal ini akan memunculkan keraguan mengenai hasil analisis pencarian sebelumnya.

Sejarah Pencarian MH370

Pencarian bawah air pertama dilakukan beberapa bulan setelah MH370 hilang dari radar pada 8 Maret 2014 dalam penerbangan dari Kuala Lumpur, Malaysia, menuju Beijing, China. 

Pesawat itu sempat mengirimkan tujuh sinyal radio otomatis sebelum hilang selamanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Berdasarkan analisis data satelit dari Inmarsat, para ilmuwan menyimpulkan bahwa pesawat itu jatuh di Samudra Hindia selatan.

Australia, yang bertanggung jawab atas pencarian, menyewa perusahaan survei laut Belanda, Fugro, untuk memimpin pencarian.

Namun, meskipun area pencarian diperluas hingga 46.000 mil persegi, pesawat tidak ditemukan, dan pencarian dihentikan pada 2017.

Pada 2018, Ocean Infinity melanjutkan pencarian dengan teknologi yang lebih baru, yaitu kendaraan bawah air otonom (AUV) yang bisa menjelajahi area besar dalam waktu yang lebih singkat.

Baca juga: Gunakan Teknologi Baru, Pencarian Pesawat Malaysia Airlines MH370 Kembali Dilanjutkan

Sayangnya, pencarian ini juga gagal, dan dihentikan pada Mei 2018.

Teknologi Baru dalam Pencarian MH370

Sejak pencarian pertamanya, Ocean Infinity telah dikenal sebagai perusahaan survei bawah laut yang andal.

Mereka bahkan berhasil menemukan bangkai kapal selam Argentina yang hilang pada tahun 2018.

Pada 2022, Ocean Infinity meluncurkan armada baru delapan kapal canggih yang mampu beroperasi secara otonom.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas