Geser ke atas / tap '✖' untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Analisis - di Bawah Trump, Amerika Punya Teman Baru: Rusia, Korea Utara, dan Belarus

Di bawah pemerintahan Donald Trump, Amerika kini memiliki teman baru, yakni Rusia, Korea Utara dan Belarus, sementara Eropa berusaha untuk lebih dekat

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
zoom-in Analisis - di Bawah Trump, Amerika Punya Teman Baru: Rusia, Korea Utara, dan Belarus
YouTube White House
DIPLOMASI DONALD TRUMP - Tangkap layar YouTube The White House pada 24 Februari 2025, menampilkan Presiden AS Donald Trump berpartisipasi dalam pelantikan seremonial Menteri Perdagangan Howard Lutnick. Di bawah pemerintahan Donald Trump, Amerika kini memiliki teman baru, yakni Rusia, Korea Utara dan Belarus, sementara itu Eropa berusaha untuk merayu AS agar tidak menjauh. 

Bahkan di dalam Partai Republik, beberapa anggota terpaksa menyuarakan ketidakpuasan mereka secara terbuka.

Senator John Curtis dari Utah mengungkapkan kekhawatirannya.

"Saya sangat prihatin dengan hasil pemungutan suara di PBB hari ini yang menempatkan kita di pihak yang sama dengan Rusia dan Korea Utara," katanya di media sosial.

Penasihat Trump berargumen bahwa sang presiden sedang melakukan negosiasi rumit untuk mengakhiri perang.

Mereka mengklaim bahwa pendekatan Trump, yang berbeda dari presiden sebelumnya, pasti akan menghasilkan kesepakatan yang lebih baik.

"Presiden Trump tahu cara membuat kesepakatan lebih baik dari siapa pun yang pernah memimpin negara ini," kata Karoline Leavitt, juru bicara Gedung Putih.

Namun, Trump tampaknya lebih memilih untuk mendekati Putin, bahkan menyalahkan Ukraina atas perang tersebut, dan menyebut Presiden Zelensky sebagai "diktator tanpa pemilihan umum."

Rekomendasi Untuk Anda

Sikap Trump yang lebih ramah terhadap otokrat seperti Putin dan Kim Jong Un semakin jelas ketika ia mengabaikan kritik terhadap Rusia.

Sementara Trump dengan ramah menjamu Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer, harapan Eropa untuk meyakinkan Trump tetap rendah.

Pada akhirnya, Trump terlihat lebih tertarik pada aliansi dengan Rusia dan Korea Utara, daripada mempertahankan hubungan dengan sekutu tradisional Amerika.

(Tribunnews.com, Tiara Shelavie)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas